Singgung Anies yang Bakal Dijadikan Tersangka Korupsi Formula E, Refly Harun: Begini Caranya, Semua Orang Bisa Masuk Penjara…

Singgung Anies yang Bakal Dijadikan Tersangka Korupsi Formula E, Refly Harun: Begini Caranya, Semua Orang Bisa Masuk Penjara… Kredit Foto: Taufik Idharudin

Ahli Hukum Tata Negara dan Pengamat Politik Refly Harun menyoroti terkait nama bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan yang disebut-sebut sebagai salah satu tersangka kasus korupsi Formula E.

Diketahui, Anies sempat menjalani pemeriksan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat atas kasus dugaan korupsi Formula E. namun, Refly Harun menyebut jika hal tersebut sebenarnya tak sepenuhnya berbasis hukum.

“Apakah Anies jadi tersangka atau tidak, sepertinya tidak tergantung kepada soal genuine hukum, tetapi lebih pada soal terkait dengan konsolidasi sosial politik saat ini,” ucap Refly Harun dalam akun YouTube-nya dilansir pada Senin (10/4/2023).

Ia menilai hal tersebut merupakan peristiwa menyedihkan. Jika pada dasarnya, kebijakan yang Anies terapkan dalam Formula E, seharusnya semuanya sudah memperoleh persejutuan DPRD Jakarta.

Tetapi, jika kebijakannya disebut keliru, maka kebijakan tersebut harus dikontrol atau dibatalkan.

Baca Juga: Ayah David Sebut Mario Dandy Stres hingga Teriak-teriak di Penjara, Pengacara: Untuk Menjawab Itu, Coba...

“Persoalannya adalah ketika kebijakan itu sudah berjalan tanpa adanya control dari DPRD tanpa adanya pembatalan dan lain sebagainya oleh mayoritas DPRD ya jangan suara minoritas kita kemudian jadikan patokan,” ungkapnya.

Menurutnya, jika seperti ini kasusnya, maka semua perkara lain yang melibatkan uang dengan jumlah besar akan membuat orang-orang yang terlibat bisa dengan mudah masuk penjara.

Baca Juga: Heru Budi Mau Perbaiki RPTRA Kalijodo Peninggalan Ahok, PDIP: Anies Saja yang Tidak Ada Keinginan Buat…

“Karena kalau begini caranya, semua orang bisa masuk penjara. Termasuk kereta cepat, termasuk juga MotoGP, itu bisa masuk penjara,” ungkap Refly.

“Kenapa? Karena business to business tetapi deploy uang negara,” sambungnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover