Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Ernesto Maraden Sitorus merespons sindiran mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Anas usai bebas dari penjara menyampaikan pidato politik soal menggunakan pihak lain untuk menggebuk atau nabok nyilih tangan.
Fernando mensinyalir sindiran Anas itu sengaja dialamatkan kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab ia menduga SBY menggunakan KPK untuk mendepak Anas dari kursi nomor satu di Partai Demokrat.
Baca Juga: Anas Urbaningrum Sindir Keluarga Cikeas: Menampar Lalu Sembunyi Tangan!
"Sangat jelas pernyataan tersebut ditujukan pada SBY yang dianggap sebagai pihak yang meminjam tangan KPK untuk menyingkirkannya dari posisi Ketum Partai Demokrat karena kasus korupsi," kata Fernando dikutip dari Republika Selasa (11/4/2023).
Fernando memprediksi Anas bakal memberi perlawanan kepada pihak yang membuatnya tersandung kasus korupsi. Menurutnya, Anas akan coba merobohkan kekuatan Partai Demokrat yang kini diketuai anak SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca Juga: Anas Urbaningrum Bebas Langsung Menabuh Genderang Perang, Demokrat Siap-siap!
"Genderang perlawanan yang ditabuh oleh Anas semata hanya untuk SBY yang tentunya akan berdampak pada kekuatan politik SBY dan juga Partai Demokrat," ujar Fernando.
Fernando juga mengamati nyanyian Anas berpeluang menjerat anak SBY lainnya, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas ke dalam jeruji besi. Hal ini yang menurutnya akan mempengaruhi Demokrat.
"Apalagi kalau sampai Anas berhasil mengungkapkan mengenai keterlibatan Ibas pada kasus Hambalang seperti yang beberapa kali disebut di Pengadilan," ucap Anas.
Baca Juga: Anas Urbaningrum Bebas dari Penjara, tapi Masih Wajib Lapor ke Lapas
Selain itu, Fernando memprediksi pengaruh Anas bisa melebar untuk membantu kubu Moeldoko dalam pengajuan Peninjauan Kembali (PK) terkait sengketa kepengurusan Partai Demokrat.
Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.