Anas Urbaningrum Bakal Singkirkan SBY hingga Bantu Moeldoko Kudeta Demokrat

Anas Urbaningrum Bakal Singkirkan SBY hingga Bantu Moeldoko Kudeta Demokrat Kredit Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
AHY sempat mengatakan pada 3 Maret 2023 menerima informasi Moeldoko masih mencoba untuk mengambil alih Partai Demokrat. Adapun PK merupakan langkah terakhir menguji putusan Kasasi MA No.487 K/TUN/2022 yang telah diputus 29 September 2022.

"Sangat mungkin juga peran Anas akan memberikan keputusan yang berbeda pada PK yang diajukan oleh KLB Deli Serdang dan berdampak pada Koalisi Perubahan," sebut Anas.

Baca Juga: Bakal Datangi Cikeas Setelah Bebas dari Sukamiskin, Agenda Anas Urbaningrum dan SBY Dibacain, Ternyata Mau Bahas Ini, Nggak Nyangka

Anas Urbaningrum memang langsung menyindir pihak-pihak yang berkompetisi atau bertanding di dunia politik menggunakan tangan orang lain untuk menggebuk. Ia mengajak agar bertanding dengan fair, jujur, terbuka dan objektif.

"Dalam tradisi aktivis, saya ingin menyampaikan pertandingan atau kompetisi hal yang biasa. Kami aktivis diajarkan sejak kecil sejak bayi tetapi buat saya pertandingan dalam konteks demokrasi pertandingan yang jujur, fair terbuka dan objektif," ujarnya saat berpidato di hadapan ratusan Sahabat AU di halaman Lapas Sukamiskin, Selasa (11/4).

Ia mengatakan pertandingan tidak boleh menggunakan pihak lain atau menggunakan teknik lama yaitu nabok nyilih tangan. Apabila pertandingan seperti itu, maka para aktivis tidak tertarik ikut pertandingan.

Baca Juga: Anas Urbaningrum Bebas, Siap-siap Aja Demokrat Bakal Digaruk Habis-habisan!

"Pertandingan yang terbuka jujur, objektif tidak boleh menggunakan pihak lain, tidak boleh pertandingan pakai teknik lama nabok nyilih tangan. Itu pertandingan jujur kalau tidak ada pertandingan jujur para aktivis tidak tertarik ikut pertandingan," katanya.

Dengan kebebasannya, ia pun meminta maaf kepada pihak-pihak yang akhirnya melahirkan pertentangan. Anas menyebut bahwa ia tidak ingin melahirkan pertentangan atau permusuhan.

"Mohon maaf kalau saya keluar, merdeka bebas mendatangkan melahirkan pertentangan saya katakan mohon maaf. Saya tidak ada kamus pertentangan, permusuhan, kamus saya adalah perjuangan dan keadilan," katanya.

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Tampilkan Semua
Halaman

Terkait

Terkini