Eks Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum resmi bebas dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/4/2024). Baru sampai di gerbang lapas, Anas langsung tebar ancaman buat musuh-musuhnya. Dia bahkan sempat menyinggung skenario busuk untuk menyeretnya ke penjara.
Menanggapi hal itu, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani memilih irit bicara. Dia menolak memberi komentar panjang lebar mengenai bebasnya Anas Urbaningrum setelah 9 tahun 3 bulan menjalankan hukumannya. Kamhar Lakumani hanya mengucapkan selamat buat Anas.
“Tentu kami mengucapkan selamat kepada Mas Anas,” kata Kamhar kepada wartawan Selasa (11/4/2023).
Sebelumnya, Kamhar mengaku pihaknya sama sekali tidak mengetahui isi pidadot Anas, namun begitu dia meyakini pidato itu tidak untuk menyerang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat.
"Kami tak tahu apa yang menjadi materi orasi beliau. Namun dugaan saya di bulan suci Ramadan ini akan mempresentasikan hasil refleksi dan kontemplasi beliau berupa ide dan gagasan untuk memberi bobot dan menjaga kesucian bulan Ramadan," katanya.
"Mengutip Eleanor Roosevelt 'First Lady' dan kolumnis dari Amerika bahwa 'Orang hebat berbicara mengenai ide-ide, orang biasa tentang kejadian sekitar, dan orang kecil berbicara tentang orang lain'. Kita akan menyaksikan apa yang dibicarakan akan menentukan levelnya," turunya menambahkan.
Baca Juga: Sama-sama Jadi Bang Napi, Mario Dandy Diam-diam Cari Tahu Nasib Rafael Trisambodo yang Ditahan KPK
Dia menyebut pidato Anas sah-sah saja dilakukan selama itu tidak mengganggu ketertiban umum. Dia juga mengakui, jika Anas adalah seorang orator ulung.
"Terkait rencana pidato khusus di depan para loyalisnya, silakan saja. Sah-sah saja untuk dilakukan sepanjang memenuhi ketentuan dan tak mengganggu aktivitas publik. Beliau memang orator ulung," pungkasnya.