Jika Anas Serang Demokrat Sudah Tak Ada Ngaruhnya, Pengamat Blak-blakan Ngomong Begini!

Jika Anas Serang Demokrat Sudah Tak Ada Ngaruhnya, Pengamat Blak-blakan Ngomong Begini! Kredit Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Pengamat politik Dedi Kurnia Syah mengatakan kalau pengaruh Anas Urbaningrum saat ini telah berkurang cukup banyak. 

Maka, jika Anas kembali bersuara terkait kasusnya dan menyerang Partai Demokrat tidak akan memiliki banyak pengaruh. 

"Jika pun Anas benar akan bersuara menyerang Demokrat atau SBY, tidak akan banyak pengaruhnya bagi pemilih, utamanya karena Demokrat hari ini sudah dilekatkan dengan kepemimpinan baru yakni AHY (Agus Harimurti Yudhoyono)," kata Dedi pada Rabu (12/4/2023).

Baca Juga: Ferdinand Hutahaean Yakin, Ada Pihak yang Susun Skenario Agar Anas Urbaningrum Dijebloskan ke Penjara

Dedi berpendapat Anas bisa saja akan bersuara soal kasus yang membuatnya dipenjara, tetapi itu hanya akan sebatas ungkapan kekesalan jika memang Anas bukan pelaku utama dan merasa dikorbankan.

Hanya saja, suara Anas tidak akan membuka sesuatu yang baru mengingat kasus yang menjeratnya cukup panjang dan telah banyak diungkap Bendahara Demokrat masa itu.

Baca Juga: Gak Ada Ampun! Kuasa Hukum David Ozora Siap Kuliti Mario Dandy: Jangan Sampai Ada Keringanan...

Kemudian, pemilih yang potensial dan simpati pada Anas saat ini sudah sebagian besar tidak berada di Demokrat. Menurutnya, kejatuhan Demokrat pasca-Pemilu 2009 adalah imbas kasus rasuah yang menyeret Anas.

Namun, kebangkitan Demokrat tahun-tahun ini lebih mungkin karena faktor kepemimpinan AHY.

"Artinya Demokrat secara psikologis sudah terlepas dari Anas secara menyeluruh, baik di tingkat elite maupun pemilih," ujarnya.

Baca Juga: Anas Urbaningrum: Kalau Ada yang Berpikir Saya di Tempat ini Jadi Bangkai Fisik dan Bangkai Sosial, Minta Maaf, Alhamdulillah Tak Terjadi!

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini menyimpulkan terlalu jauh mengkhawatirkan Anas sampai mempengaruhi koalisi perubahan yang kini dibangun Demokrat, PKS dan Partai Nasdem. Apalagi, Anas saat ini juga sedang berjuang di partai barunya Partai Kebangkitan Nasional (PKN).

"Untuk membuat PKN masuk daftar partai yang banyak loloskan anggota DPRD kota atau kabupaten saja masih terkesan sulit, apalagi sampai dianggap bisa pengaruhi koalisi partai mapan," katanya.

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Terkait

Terkini