Demokrasi Indonesia Terancam Gegara Moeldoko Cs dan Firli Ingin Jegal Anies, Jokowi Didesak Ambil Tindakan!

Demokrasi Indonesia Terancam Gegara Moeldoko Cs dan Firli Ingin Jegal Anies, Jokowi Didesak Ambil Tindakan! Kredit Foto: KSP

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mengambil tindakan demi menyelamatkan demokrasi Indonesia yang kini sedang terancam.

Salah satunya, Achmad mendesak Jokowi untuk mereshuffle Kepala Staf Presiden, Moeldoko akibat membuat ulah dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung terkait ambisinya untuk mengambil alih Partai Demokrat.

"Bila Presiden Jokowi tidak memerintahkan melakukan manuver tersebut maka reshuffle Moeldoko dari jabatannya sebagai KSP adalah langkah yang harus dilakukan Presiden," kata Achmad secara tertulis, Jumat (14/4/2023).

Baca Juga: Tolak Wacana Mahfud MD Jadi Cawapres Anies, Ferdinand Nyeletuk: Demokrat Setuju Kalau Anies-AHY, Masa AHY Nggak Dianggap? Keterlaluan!

Achmad mengatakan, bahwa langkah Moeldoko itu sarat akan muatan politis untuk menjegal pencapresan Anies Baswedan. Sebab jika Demokrat berhasil dikuasai, maka postur Koalisi Perubahan pengusung Anies Baswedan akan mengalami perombakan.

"Publik menilai upaya Moeldoko ini sebagai upaya untuk menjegal pencapresan Anies Baswedan karena bila Partai Demokrat di ambil alih Moeldoko dari AHY, maka Demokrat tidak akan memilih Anies Baswedan lagi," ujarnya.

"Bila presiden tidak mau melakukan reshuffle terhadap Moeldoko maka ada kesan bahwa Presiden seperti memihak capres tertentu karena publik melihatnya sebagai benang merah upaya mempertahankan kekuasaan," sambungnya.

Baca Juga: Jusuf Kalla Blak-blakan Cawapres Anies Boleh dari NU atau Muhammadiyah: Yang Penting...

Ancaman demokrasi itu bukan hanya datang dari Moeldoko, tapi juga dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Dimana Firli memecat Mantan Direktur Penyelidikan KPK Brigjen Endar Priantoro karena diduga adanya perbedaan pendapat.

Perbedaan pendapat ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Formula E di Jakarta. Dimana Firli diduga sedang mencari-cari celah agar program besutan Anies tersebut benar-benar bermasalah.

"Perbedaan pendapat ini disebut-sebut menjadi alasan Firli memberhentikan Endar dari KPK. Ini adalah bentuk kesewenang-wenangan dan ambisi kuat untuk memperkarakan Anies Baswedan," ujarnya.

Baca Juga: Fakta Baru Terungkap! Anak Buah AHY Bongkar Temuan Soal PK yang Diajukan Moeldoko ke PTUN, Nggak Disangka..

Achmad mengatakan, demokrasi Indonesia menjadi terancam jika manuver-manuver politik seperti ini terus terjadi. Bukan hanya itu, persoalan tersebut juga akan menyeret Indonesia dalam masalah ekonomi.

"Dan membuat negara ini selalu bertengger menjadi negara kelas ketiga yang miskin. Jika begitu, mau dibawa kemana negeri ini tuan?," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover