Erick Thohir Ikut Banser Biar Apa? Biar Menang Pilpres?

Erick Thohir Ikut Banser Biar Apa? Biar Menang Pilpres? Kredit Foto: Instagram/@erickthohir

Baru-baru ini, Menteri BUMN Erick Thohir tengah menjadi sorotan karena dirinya baru saja diangkat menjadi anggota kehormatan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU). Dirinya baru saja mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) yang merupakan syarat untuk menjadi anggota. 

Erick, bersama dengan para calon anggota Banser lainnya bersama-sama menjalani ujian ketangkasan yang dipimpin oleh Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasarkornas) Banser Hasan Basri Sagala. Adapun ujian-ujian tersebut berupa praktik jalan jongkok dan merayap. mencari baret, hingga menyanyikan yel-yel.

Dengan penuh antusias dan semangat, Erick pun mengikuti deretan ujian fisik tersebut dengan calon anggota lainnya lewat perlakuan yang tak berbeda. Selepas dilantik dan resmi menjadi anggota, Erick pun mengklaim merasa terhormat menjadi bagian dari keluarga besar Banser.

"Suatu penghormatan luar biasa, diterima menjadi keluarga besar Banser," kata Erick dari Instagram @erickthohir yang dikutip pada Senin (29/11/2021).

Menurutnya, Banser selama ini telah berkomitmen untuk berjihad dalam membela NKRI, khususnya dalam menjunjung tinggi keberagaman dan perbedaan yang menjadi kekuatan bagi Indonesia. Ercik sendiri mengaku dalam beberapa kesempatan kerap melakukan diskusi dengan keluarga besar Banser dalam upaya meningkatkan dan menjaga NKRI untuk ke depannya.

Erick dengan percaya diri juga akan mengerahkan apapun yang dibutuhkan untuk mengabdi kepada kesejahteraan masyarakat melalui keanggotaan di Banser.

"Insya Allah, saya akan mewakafkan pikiran saya, energi saya, kemampuan saya untuk kebenaran untuk kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Erick Thohir: Suatu Penghormatan Luar Biasa, Diterima Menjadi Keluarga Besar Banser

Kedekatan Erick dengan PBNU yang menaungi Banser sendiri sebenarnya bukan hal baru dengan statusnya kini sebagai anggota kehormatan Banser. Sejak lama, Erick memang sudah kerap bermesraan dengan pihak PBNU dalam sejumlah kesempatan.

Bersama dengan organisasi besuran Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tersebut, Erick sebelumnya sudah pernah melakukan kolaborasi antara Kementerian BUMN yang dipimpinnya dengan Banser. Banser ditunjuk Ercik untuk menjadi mitra pendamping bagi program pemberdayaan UMKM yang dicetuskan oleh Kementerian BUMN.

Adapun program tersebut dilaksanakan secara nasional tersebut memiliki tujuan untuk memberdayakan cabang dan ranting organisasi sayap NU di berbagai pelosok daerah. Program ini sendiri merupakan pendamingan dan pengembangan kewirausahaan pemuda Indonesia di bawah naungan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor).

Program ini juga membantu para anggota GP Ansor memperoleh pelatihan usaha dan permodalan. Sehingga, anggota GP Ansor yang mendapatkan hal tersebut dapat didorong agar memiliki usaha sendiri di rumah mereka masing-masing dan menndongkrak ekonomi.

Dalam jajaran kursi komisaris BUMN sendiri, terdapat sejumlah tokoh NU yang mengisi. Sebut saja sejumlah pentolan di NU seperti Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj yang menjadi Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau Ahmad Sudrajat yang menjadi Komisaris PT Sucofindo (Persero).

Selanjutnya, ada pula Irfan Wahid yang menjabat sebagai Komisaris PT Angkasa Pura I (Persero), Masduki Baidlowi yang menjabat sebgagai Komisaris Bank Syariah Indonesia, Ulil Abshar Hadrawi yang menjabat sebagai Komisaris PT Indonesia Power yang merupakan peranakan dari PT PLN (Persero), Ishfah Abidal Aziz yang menjabat sebagai Komisaris di peranakan perusahaan PT Krakatau Steel, yakni PT Krakatau Daya Listrik, Andi Najmi Fuaidi yang sempat tercatat sebagai Komisaris PT Inhutani I (Persero), hingga Marsudi Syuhud sebagai Komisari PT BGR (Persero).

Banyaknya tokoh PBNU yang didaulat menjadi Komisaris dari sejumlah perusahaan BUMN menjadi salah satu bukti kedekatan Erick dengan PBNU. Tak hanya itu, Erick juga tercatat menjalin kerja sama dengan Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N-PBNU) dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional yang terdampak Covid-19.

Tercatat, Kementerian BUMN dan PBNU berkolaborasi dalam sejumlah program yang meliputi pemberdayaan Sumber Daya Manusia, optimalisasi peran UMKM terkait pengadaan barang dan jasa BUMN, yang mana dilakukan melalui platform digital PaDi UMKM. Kolaborasai tersebut juga turut memberikan dukungan pelaksanaan program pembinaan masyarakat sekitar terkait program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Menurut Erick, peran partisipasi PBNU sangat penting dalam implementasi program-program tersebut.

Banyak pihak yang menilai bergabungnya Erick menjadi anggota kehormatan Banser NU hanya sebagai bentuk peningkatan popularitasnya untuk menghadapin Pilpres 2024. Karena seperti diketahui, Erick disebut-sebut sebagai salah satu dari sejumlah bakal Capres yang akan maju pada kontestasi tersebut. Erick beberapa kali tampak melakukan sejumlah manuver yang dianggap sejumlah pihak sebagai bentuk pendongkrakan elektabilitasnya.

Padahal, beberapa waktu terakhir Erick memang kerap menjadi sorotan sebagian masyarakat karena sejumlah persoalan. Sebutlah saat dirinya dikaitkan dengan kasus wajib tes PCR yang mana dirinya dianggap sebagai salah satu 'mafia' di pemerintahan bersama Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan yang meraup untung dari penjualan alat tes Covid-19 yang dinilai memberatkan masyarakat itu melalui keterlibatannya dalam sebuah perusahaan, yakni PT GSI.

Baru-baru ini, Erick juga sempat menjadi bulan-bulanan masyrakat karena pernyataan dirinya terkait toilet umum yang menarik tarif dari para pengguna. Banyak yang menilai Erick malah mengurusi hal remeh seperti itu alih-alih mengurusi kinerjanya di Kementerian BUMN yang dinilai sebagian pihak masih jauh dari maksimal.

Sementara kini, sebagian masyarakat tersebut justru menganggap Erick hanyalah melakukan pencitraan dengan menempel dengan PBNU sebagai organisasi masyarakat terbesar di Indonesia melalui Banser. Dirinya dianggap memanfaatkan kedekatannya dengan PBNU tersebut hanyalah untuk menjadi Presiden pada 2024 nanti.

Baca Juga: Mas Erick Thohir Lebih Kreatif Dong Kalau Mau Pencitraan

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover