Anas Urbaningrum Tak Tebar Permusuhan, Demokrat: PKN & Kubu Moeldoko yang Mau Adu Domba!

Anas Urbaningrum Tak Tebar Permusuhan, Demokrat: PKN & Kubu Moeldoko yang Mau Adu Domba! Kredit Foto: AFP

Kader Partai Demokrat Herman Khaeron menilai Anas Urbaningrum tak berniat menabuh genderang permusuhan setelah bebas dari Lapas Sukamiskin Bandung.

Akan tetapi, Herman menyebut ada pihak yang justru berniat untuk mengadu domba antara Demokrat dengan Anas.

Pihak yang dimaksud ialah Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) pimpinan Gede Pasek Suardika. Selain itu, ada pihak-pihak lain yang mengatasnamakan dirinya sebagai kelompok Sahabat Anas Urbaningrum.

Baca Juga: KPK Dituding Terima Orderan Jebloskan Anas ke Penjara, Abraham Samad: Semua Partai Zaman Itu Kita Libas!

Koordinator dari kelompok tersebut ialah Muhammad Rahmad yang pernah menjadi juru bicara Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

"Besarkan saja PKN dan hentikanlah kubu Moeldoko untuk mengadu domba, ini kan yang membuat gaduh ya ini saja dua kubu itu," kata Herman di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/4/2023).

Alih-alih menyerang, Herman justru merasa kasihan kepada Anas. Sebab, kebebasannya ini malah dijadikan alat adu domba oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan.

Baca Juga: Abraham Samad Bantah Tudingan KPK Kriminalisasi Anas Urbaningrum: Semua Tersangka Terbukti Terlibat Kasus Hambalang!

"Anas sendiri menurut saya tidak adalah hal-hal yang tidak ingin bermusuhan dan lain sebagainya. Menurut saya kasihan Mas Anas," terangnya.

"Seharusnya kan menikmati kebebasan, menikmati masa di luar tahanan, menyelesaikan berbagai perjalanan kasusnya, dan tinggal hidup lebih tenang, dan kali mau berpolitik. Ya saya kira saya setuju dengan statementnya untuk berpolitik yang tidak bermusuhan," sambungnya.

Lebih lanjut, Herman juga menyayangkan ada pihak-pihak di lingkaran Moeldoko yang terlibat dalam bebasnya Anas.

Baca Juga: Ali Ngabalin Sarankan Abraham Samad Cs Bikin Parpol daripada Sibuk Ngurusin KPK!

Menurutnya, langkah itu malah dinilai masyarakat sebagai bagian dari upaya menjegal Anies Baswedan di Pilpres 2024.

"Jadi tidak usah menyangkal, karena motif ini siapapun akan paham bahwa dengan upaya-upaya pembegalan Partai Demokrat oleh Moeldoko. Ya ini salah satunya akan menggagalkan pencapresan Anies Baswedan, jadi tidak bisa disangkal lagi," ujarnya.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Terkait

Terpopuler

Terkini