Dipaksa Kerja dan Tak Dibayar, Benarkah Ribuan Pekerja IKN Serbu Istana Negara?

Dipaksa Kerja dan Tak Dibayar, Benarkah Ribuan Pekerja IKN Serbu Istana Negara? Kredit Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Video terkait pekerja Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara beredar di media sosial lewat sebuah kanal YouTube yang diunggah pada 15 April 2023. 

Sampul dan judul video seolah menarasikan, ribuan pekerja IKN menyerbu Istana karena dipaksa bekerja namun tak dibayar. 

Baca Juga: Terkait Pernyataan Anies Baswedan yang Tegaskan Dirinya Punya Hak Menemui Masyarakat, Refly Harun Beri Komentar Begini

"DI PAKSA KERJA TIDAK DI BAYAR PENUH AMARAH RIBUAN PEKERJA IKN SERBU ISTANA," tulis kanal tersebut pada sampul video. 

"BREAKING NEWS ~ DIPAKSA KERJA TAPI GAK DIBAYAR!! RIBUAN PEKERJA IKN SERBU JOKOWI!!" demikian bunyi judul video terkait. 

Setelah video diperdengarkan untuk cek fakta, tidak ditemukan informasi terkait ribuan pekerja IKN menyerbu Istana karena dipaksa bekerja dan tak dibayar. 

Narator dalam video hanya membacakan artikel dari CNN Indonesia berjudul "Jokowi Akhirnya Bersuara soal Pekerja IKN Belum Digaji Berbulan-bulan", tayang pada 13 April 2023. 

Baca Juga: Keluarga Bima Yudho, TikToker Asal Lampung Mendapatkan Ancaman, Rocky Gerung Beri Komentar Begini, Simak!

Artikel membahas keterangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait gaji pekerja IKN yang belum dibayar selama berbulan-bulan. 

Jokowi mengatakan, untuk menggaji para pekerja IKN dibutuhkan perpres, hitungan tunjangan yang memerlukan konsolidasi antarkementerian. Ia melanjutkan, yang terpenting hak para pekerja tidak hilang dan dipercepat. 

Baca Juga: PDIP Satu-satunya yang Pegang 'Boarding Pass' Buat Pilpres, Tapi Harus Realistis, Jangan Ngotot Ajukan Capres!

Namun, tidak ada informasi yang menyebut ribuan pekerja IKN itu menyerbu Istana karena tak kunjung digaji. 

Dengan demikian, video dengan narasi ribuan pekerja IKN menyerbu Istana karena dipaksa bekerja dan tak dibayar adalah keliru. Faktanya, tidak ada keterangan resmi yang mendasari klaim tersebut. 

Terkait

Terkini