KPAI Ngotot Bela AG, Bapaknya David Ozora Kesal, Sindirannya Menohok Banget: Ganti Nama Aja Jadi Komisi Perlindungan Agnes!

KPAI Ngotot Bela AG, Bapaknya David Ozora Kesal, Sindirannya Menohok Banget: Ganti Nama Aja Jadi Komisi Perlindungan Agnes! Kredit Foto: Twitter/@seeksixsuck

Ayah David Ozora, Jonathan Latumahina memberi sindiran menohok buat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang ngotot membela AG, anak yang berkonflik dengan hukum dalam kasus penganiayaan sadis kepada David Ozora.

Saking kesalnya melihat kelakuan KPAI yang protes keras terhadap vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman  3 penjara kepada AG, Jonathan lantas menyarankan agar lembaga negara itu segera mengganti nama, sebab David yang notabene menjadi korban kekerasan sadis yang juga masih dibawah umur sama sekali tidak mendapat perlindungan KPAI, mereka justru sibuk melindungi pelaku AG. 

Baca Juga: Blak-blakan Bandingkan Era SBY dan Jokowi, Omongan Jusuf Kalla: Kalau Sekarang Kebanyakan….

“Ganti aja namanya jadi Komisi Perlindungan Agnes," kata Jonathan dalam sebuah cuitan di akun twitternya @seeksixsuck dilansir Populis.id Selasa (18/4/2023). 

Jonathan lantas meminta masyarakat tidak terlalu percaya dengan kinerja lembaga negara yang satu ini, mereka kata dia sama sekali tidak punya solusi dari berbagai permasalahan yang melibatkan anak. 

Kata Jonathan mereka hanya numpang berfoto dengan anak yang sedang bermasalah untuk membuat laporan kepada atasan mereka, agar terkesan mereka telah bekerja memberi perlindungan buat anak. 

"Jangan percaya2 amat sama komisi2an itu, yang selalu ada disamping kalian ketika mengalami masa sulit adalah keluarga dan sahabatmu. Komisi2 itu mentok di foto2 doang sama bikin laporan buat atasan," tegas Jonatahan. 

Terpisah Kuasa hukum David Ozora Mellisa Anggraini juga tampak sangat kesal dengan KPAI yang justru memberi perlindungan kepada AG. 

Mellisa menegaskan, sidang AG serta putusan yang diambil Majelis Hakim sudah sesuai prosedur, ketimbang koar-koar pasang badan membela AG, Mellisa menyarankan agar lembaga ini mendorong agar anak-anak tak lagi terlibat dalam aksi kriminal. 

Baca Juga: Dirujak Sana-sini Setelah Caci Maki Orang Tua Bima Yudho, Gubernur Lampung Buang Badan, Sampai Bersumpah Bawa-bawa Nama Tuhan!

Baca Juga: Warga Muhammadiyah Dilarang Pakai Fasilitas Pemerintah Buat Salat Id, Mahfud MD Sampai Kutip Hadist: Nggak Perlu…

“KPAI tolonglah, kita semua tau sidang putusan itu sifatnya terbuka untuk umum, semua sudah sesuai dengan prosedur, harusnya dorong agar anak2 tidak lagi melakukan aksi kriminal, bukan melindungi seperti ini,” kata Mellisa dilansir  Populis.id dari sebuah cuitan di akun twitternya @MellisA_AN Senin (17/4/2023)

Dalam sidang AG lanjut Mellisa Majelis Hakim menemukan sejumlah fakta hukum yang memang memberatkan pelaku, jadi kata Mellisa putusan pengadilan yang menghukum bersangkutan penjara 3 tahun sudah pas. Itu tidak bisa diganggu gugat lagi. 

“Seluruh pertimbangan dalam memutuskan apakah unsur tindak pidana terpenuhi atau tidak tentu harus dibacakan sehingga menjadi dasar dalam hakim memutuskan vonis hukum,” ujarnya. 

Baca Juga: Bergidik! Geng Motor Maluku Satu Darah Turun Tangan Kawal Kepulangan David dari Rumah Sakit Mayapada: Kami Jaga Anak Ini!

Mellisa Anggraini juga menyayangkan pihak KPAI yang terlalu mengglorifikasi trauma yang dialami oleh pelaku, tanpa mengingat jika David Ozora juga adalah anak di bawah umur. Terlebih, yang dialami korban tak kalah mengerikan.

"Apakah KPAI tenang jika isu pelecehan terhadap anak david yang berkembang tanpa publik tau kebenarannya sama sekali?kemarin KPAI diam saat anak korban David difitnah melecehkan..ini jg anak loh!,” tuturnya.

“Rasanya kita semua sudah mengikuti seluruh prosedur terkait pelaku anak, jadi mohonlah, tidak usah menekan proses hukum dengan hal2 yang tidak semestinya. Bagi keluarga korban, hukuman pelaku atas kondisi david yg jauh dr pulih ini sudah sangat ringan.. Yg digaung2kan selalu terkait trauma pelaku!KPAI lihat apa yg dialami David ga?bukan trauma lagi ini!! Saya dapat informasi, sampai detik ini bahkan pelaku anak ini dipastikan tidak tau isi putusan itu..jd trauma yg mana??" tambahnya pamungkasi

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover