Papua Siaga Tempur Pasca Imbas Penyerangan KKB ke Pasukan TNI, Natalius Pigai Mencak-mencak: Ini Pembasmian Ras Papua!

Papua Siaga Tempur Pasca Imbas Penyerangan KKB ke Pasukan TNI,  Natalius Pigai Mencak-mencak: Ini Pembasmian Ras Papua! Kredit Foto: Instagram Natalius Pigai

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai melontarkan komentar pedas setelah status operasi pencarian Kapten Susi Air Philips Mark Methrtens dinaikan menjadi siaga tempur. 

Kenaikan status itu dilakukan setelah komplotan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyandera  Philips Mark Methrtens menyerang pasukan elite TNI yang sedang melakukan pencarian. akibat serang itu satu anggota TNI gugur.

Baca Juga: Nyinyir Pemerintah Setelah Anggota TNI Gugur di Papua, Hidung AHY Langsung Kena Tunjuk Orangnya Prabowo: Kita Berduka, Jangan Bikin Gaduh!

Menurut Natalius kenaikan status operasi dari  soft approach menjadi siaga tempur itu jelas merugikan masyarakat Papua, sebab yang menjadi korban dalam operasi ini adalah warga-warga lokal, bukan anggota kelompok separatis itu.

"@jokowi 5 kali perintah lebih dari siaga tempur “Operasi Militer”. Deploy TNI skala besar hanya rakyat dibunuh bukan TPN/OPM, artinya pembasmian ras Papua,"  kata Natalius dalam sebuah unggahan di akun instagramnya @NataliusPigai2 dikutip Populis.id Selasa (18/4/2023). 

Untuk meminimalkan korban dari warga sipil karena operasi tersebut, Natalius pigai mendesak pemerintah agar mencabut status siaga tempur tersebut, seharusnya masalah ini kata dia dituntaskan lewat jalur dialog dan negosiasi.

"Rakyat Papua tidak takut istilah sampah itu. Buka dialog damai," tegas Pigai.

Adapun alasan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menaikkan status siaga tempur di Kabupaten Nduga menyusul serangan KKB yang menewaskan 1 prajurit, 4 orang luka tembak, serta lima orang dengan status belum terkonfirmasi.

"Dengan kondisi seperti ini, khususnya di daerah tertentu, ya kita ubah operasinya menjadi operasi siaga tempur," kata Laksamana Yudo saat konferensi pers di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Selasa (18/4/2023).

Baca Juga: Yang Ngomong Mahfud MD, Hei… Gubernur Arinal Djunaidi Camkan Ini Baik-baik: Bima Punya Konstitusional untuk Menyampaikan Kritik!

Baca Juga: KPAI Ngotot Bela AG, Bapaknya David Ozora Kesal, Sindirannya Menohok Banget: Ganti Nama Aja Jadi Komisi Perlindungan Agnes!

Status operasi di Nduga, Papua ini sama dengan yang diterapkan di Natuna. Bedanya, Papua berstatus siaga tempur darat, sedangkan Natuna siaga tempur laut.

"Kita tingkatkan menjadi siaga tempur sehingga naluri tempurnya (prajurit) terbangun untuk itu," lanjut Laksamana Yudo.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover