Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berhasil menduduki urutan pertama membawahi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Hal itu dibuktikan dalam hasil survei Politika Research and Consulting yang dirilis hari ini, Rabu (19/4/2023). Dalam survei simulasi tiga nama ini, Prabowo memperoleh elektabilitas sebesar 35,6 persen. Angka tersebut jauh dari Ganjar dan Anies yang masing-masing hanya 29,4 dan 25,2 persen
"Dibanding Ganjar dan Anies yang cenderung stagnan, posisi Prabowo menguat. Prabowo tak hanya sangat popular, tetapi juga sangat disukai. Serta menjadi kandidat yang paling banyak dipilih oleh publik dibanding kandidat lain," kata Direktur Eksekutif Politika Research and Consulting, Rio Prayogo secara daring.
Rio sendiri pun merasa kaget, pasalnya elektabilitas Prabowo pada bulan Februari lalu hanya berkisar 28,6 persen. Prabowo disebut lebih unggul dari Ganjar dan Anies yang elektabilitasnya stagnan.
"Anies 24 ke 25 persen, tidak terjadi kenaikan yang signifikan, masih dalam rentang margin of error. Ganjar dari 29 ke 29 persen, tidak ada yang dikatakan turun itu. Sementara Prabowo dari 28 ke 35 persen, itu mengalami kenaikan," ucapnya.
"Coba cek itu undecided voters (pemilih tidak tahu/tidak menjawab) 17,8 persen turun menjadi 9, 8 persen itu berhasil dikapitalisasi Prabowo Subianto," sambung Rio.
Rio mengungkapkan bahwa naiknya elektabilitas Prabowo ini disebabkan oleh endorsemen yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Disisi lain, reaksi publik yang berlebihan terhadap Ganjar pasca menolak Timnas Israel juga menjadi salah satu indikator pemilih prabowo menguat.
"Dalam survei ini jelas, faktornya adalah endorsemen Jokowi. Agaknya, peristiwa Piala Dunia itu belum menjadi game changer, tapi reaktif yang agak berlebihan terhadap Ganjar, itu yang mampu membuat pemilih-pemilih Prabowo terutama di wilayah melayu, Sumatera, kemudian di Jawa Timur itu terkonsolidasi," pungkasnya.
Sebagai informasi, survei Politika Research and Consulting ini dilakukan pada 7-11 April 2023 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen danmargin of error survei yaitu sebesar 2,73 persen.