Kegiatan pulang kampung setiap Hari Raya Idul Fitri kerap diwarnai dengan fenomena masyarakat yang membawa saudaranya ke wilayahnya selepas mudik.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara terkait fenomena tersebut. Ia sendiri tidak melarang warganya untuk membawa kerabat dari kampung halamannya.
Baca Juga: Usai Provokasi Halalkan Darah Umat Muhammadiyah, Pegawai BRIN Minta Maaf, Akui Didasari Emosi
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu berharap pendatang yang dibawa pemudik memiliki kemampuan atau skill bekerja.
"Yang penting kalau pun datang, membawa orang yang punya skill, yang memang siap untuk berdinamika pembangunan di Jabar," ujarnya dikutip Populis.id, Senin (24/4).
Menurut Emil, fenomena yang disebut urbanisasi atau orang yang ingin datang ke daerah tertentu adalah hal yang wajar.
Akan tetapi, ada hal yang perlu diwaspadai ketika para pemudik kembali ke kota bersama teman atau sanak saudara yang tidak memiliki kemampuan dalam bekerja.
“Jangan membawa handai taulan yang tidak ada skill, tidak ada kapasitas sehingga nanti membebani keluarga atau pembangunan yang ada di Jabar,” tutur Emil.
Ia menegaskan bahwa Provinsi Jabar sangat terbuka bagi siapapun yang ingin bekerja atau berwirausaha.
Sehingga tidak ada larangan bagi mereka yang ingin mencari nafkah di daerah atau provinsi tertentu.
“Jabar terbuka buat siapa saja,” pungkasnya.
Lihat Sumber Artikel di Fajar Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Fajar.