Enggak Ada Pintu Maaf, Peneliti BRIN yang Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah Harus Diseret ke Jeruji Besi, Penuhi Unsur Pidana!

Enggak Ada Pintu Maaf, Peneliti BRIN yang Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah Harus Diseret ke Jeruji Besi, Penuhi Unsur Pidana! Kredit Foto: Istimewa

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan menanggapi pernyataan salah satu peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangeran Hasanuddin. Di mana Pernyataan Hasanuddin menjadi perhatian karena mengancam untuk membunuh warga Muhammadiyah.

Ia menilai, Andi harus tetap diproses hukum kendati sudah meminta maaf atas pernyataan yang memancing amarah masyarakat tersebut.

Baca Juga: Peneliti BRIN Bakal Disidang Etik Besok, Buntut Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah: Siap-siap Jadi Pengangguran!

"A.P Hasanuddin mengakui cuitannya di media sosial sekaligus menegaskan bahwa akun yang bersangkutan bukan di-hack dan telah meminta maaf melalui pernyataan terbuka. Permintaan maaf dan pengakuan Hasanuddin boleh diapresiasi tetapi tidaklah cukup untuk menyelesaikan masalah," katanya dalam keterangan yang diterima Populis.id pada Selasa (25/4/2023).

Ia menegaskan bahwa perbuatan Hasanuddin telah memenuhi unsur pidana, baik dari sisi tindakan penghasutan, ujaran kebencian, maupun dampak perbuatannya yang menimbulkan kegaduhan. 

"Pernyataan Hasanuddin bukanlah bentuk kebebasan berpendapat bukan pula kebebasan bagi seorang peneliti," tegasnya.

Baca Juga: Viral Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Peneliti BRIN Akhirnya Kicep Minta Maaf!

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover