Ibu Ken Admiral, Elvi Indri Putri, membeberkan kronologi penganiayaan anaknya oleh anak AKBP Achiruddin Hasibuan, Aditya Hasibuan, yang terjadi pada 21-22 Desember 2022 lalu. Hal itu disampaikan melalui salah satu wawancaranya dengan sebuah stasiun televisi.
Dalam wawancara tersebut, mulanya Elvi menceritakan bagaimana aksi Aditya yang menghadang mobil hingga mematahkan kaca spion mobil yang dibawa oleh Ken, dan kemudian berujung penganiayaan saat pelaku dimintai ganti rugi.
Baca Juga: Aditya Hasibuan, Anak AKBP Achiruddin Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Ancaman Hukumannya, Simak!
Singkat cerita, setelah Aditya selesai menganiaya Ken, Achiruddin menyuruh korban dan teman-temannya untuk masuk ke dalam rumah. Mereka juga masih ditodong dengan senjata laras panjang dari pihak perwira polisi itu.
Akhirnya, mau tak mau mereka masuk ke dalam rumah. Dalam kesempatan itu, Elvi menyebut Achiruddin meminta seseorang untuk merekam saat dirinya seolah sedang menasihati Ken dan Aditya agar mereka tidak berkelahi.
Elvi menyampaikan, “Pada saat masuk ke rumah Pak Achiruddin, Pak Achiruddin menyuruh seseorang mengambil video. Di situ terlihat seolah-olah Pak Achiruddin menasihati anaknya, menasihati anak saya ‘ngapain berantem hanya karena begini’.”
“Tetapi kalau dia emang niat baik, enggak dia biarkan anak saya lebih dari binatang, dipijak-pijak di depan sana dia diam aja. Kalau anak saya meninggal, pecah otaknya?” sambungnya dikutip Populis.id dari kanal YouTube tvOneNews yang diunggah pada Rabu (27/4/2023).
Tak hanya ‘akting’ sedang menasihati, Elvi menyebut bahwa Achiruddin juga langsung meminta damai usai memberikan Ken dan rekan-rekannya nasi goreng serta uang Rp1 juta untuk mengobati lukanya.
“Jadi anak saya duduk, baru dibeli ‘makan dulu nasi goreng’ katanya. Dibeliin nasi goreng, disuruh makan. Sesudahnya, dia bilang ‘ini udah ya, udah damai ya’,” kata Elvi menirukan ucapan Achiruddin saat itu.
Ia menambahkan “Baru anak saya enggak mungkin bilang enggak, (Ken jawab) ‘iya, om’. Namanya dia tahu kan Pak Achiruddin polisi, takut. Akhirnya dikasih uang Rp1 juta sama Rio, kawannya (Ken). ‘Ini ada uang Rp1 juta, bawa Ken berobat’.”
Setelah dari rumah Aditnya, teman Ken akhirnya membawanya berobat ke Rumah Sakit Bunda Thamrin karena darahnya keluar terus-menerus. “Enggak ada Pak Achiruddin berupaya untuk ambil obat kek, tempel, enggak ada,” pungkas Elvi.