Ibu Ken Admiral, Elvi Indri Putri, mengungkap bagaimana cerita anaknya soal penganiayaan yang dilakukan oleh anak AKBP Achiruddin Hasibuan, Aditya Hasibuan, pada Kamis (22/12/2022) lalu.
Mulanya, Elvi mengungkap kronologi penganiayaan anaknya oleh Aditya. Setelah itu, Ken dan teman-temannya disuruh Achiruddin untuk masuk ke dalam rumah sambil masih ditodong senjata laras panjang yang dipegang pria bernama Raja.
Elvi mengatakan, “Pada saat masuk ke rumah Pak Achiruddin, Pak Achiruddin menyuruh seseorang mengambil video. Di situ terlihat seolah-olah Pak Achiruddin menasihati anaknya, menasihati anak saya ‘ngapain berantem hanya karena begini’.”
“Tetapi kalau dia emang niat baik, enggak dia biarkan anak saya lebih dari binatang, dipijak-pijak di depan sana dia diam aja. Kalau anak saya meninggal, pecah otaknya?” lanjutnya dikutip Populis.id dari kanal YouTube tvOneNews yang diunggah pada Rabu (27/4/2023).
Setelah itu, Ken dan rekan-rekannya disuruh makan nasi goreng dan diberikan uang Rp1 juta, tapi Achiruddin juga menyebut kalau itu artinya mereka sudah damai.
“Jadi anak saya duduk, baru dibeli ‘makan dulu nasi goreng’ katanya. Dibeliin nasi goreng, disuruh makan. Sesudahnya, dia bilang ‘ini udah ya, udah damai ya’,” ungkap Elvi menirukan ucapan Achiruddin kala itu.
Ia melanjutkan, “Baru anak saya enggak mungkin bilang enggak, (Ken jawab) ‘iya, om’. Namanya dia tahu kan Pak Achiruddin polisi, takut. Akhirnya dikasih uang Rp1 juta sama Rio, kawannya (Ken). ‘Ini ada uang Rp1 juta, bawa Ken berobat’.”
Setelah itu, Elvi sendiri sempat bertanya kepada Ken mengenai kondisinya saat itu. Anaknya pun langsung bercerita kalau saat Achiruddin seolah sedang menasihati mereka, mata Ken justru sudah kunang-kunang akibat penganiayaan yang dialami.
Saat menyampaikan cerita Ken, Elvi mengatakan, “Saya tanya anak saya ‘kek mana Ken kemaren itu?’. ‘Mah darahnya banyak kali. Ken sumpel sama satu tisu (tapi darah) keluar terus. Pak Achiruddin kasih nasihat terus Mah, sementara Ken duduk aja, enggak nampak lagi Mah mata udah kunang-kunang. Kami enggak berani jawab apa pun Mah karena posisi ada senjata di situ ditodongkan (senjata) sama Raja’.”
“Nah sesudah itu akhirnya berhasil anak saya pulang, berobat ke (Rumah Sakit) Bunda Thamrin, dijahit kepalanya, terus dikasih obat, pulang lah dia ke rumah,” tandasnya.
Elvi mengaku mengetahui anaknya dipukuli saat siang hari. Mulanya, Ken tidak mau mengangkat teleponnya karena sedang menutupi wajah memarnya dengan selimut.
“Sekitar jam 4 sore ketahuan lah sama saya. Dia bilang ‘Mah, ini Pak Achiruddin bilang udah damai’. ‘Enggak ada damai, kamu hancur gini dibuat. Enggak ada damai, kamu ada Mamakmu’ saya bilang,” tuturnya.
“Akhirnya malam itu saya suruh Ken buat laporan ke Polrestabes. Nah Ken pergilah dikawanin (ditemani) sama kawannya karena posisi saya ada satu kerjaan di Jakarta yang enggak bisa saya tinggalin, penting sekali,” sambung Elvi.
Sementara itu, akibat perbuatannya, Aditya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas kasus dugaan penganiayaan terhadap Ken. Sedangkan Achiruddin yang membiarkan penganiayaan itu terjadi dicopot dari jabatannya dan dipatsus.