Nggak Cuma Peneliti BRIN yang Ditangkap, Pemuda Muhammadiyah Juga Minta Sosok Ini Diproses Hukum: Dia Pemantik Munculnya Permasalahan!

Nggak Cuma Peneliti BRIN yang Ditangkap, Pemuda Muhammadiyah Juga Minta Sosok Ini Diproses Hukum: Dia Pemantik Munculnya Permasalahan! Kredit Foto: Istimewa

Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Nasrullah mengapresiasi sikap Polri yang telah menangkap peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanddin.

Nasrullah berharap agar penyidik melakukan hal yang sama dengan memproses Thomas Djamaludin juga sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami percaya berdasarkan bukti-bukti yang kuat telah dikantongi Polri, yang bersangkutan akan segera ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri, dan kami juga berharap saudara TJ pemantik munculnya permasalahan tersebut bisa segera juga diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Nasrullah, Senin (1/5/2023).

Ia mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut hingga proses pengadilan. Ia juga mengimbau seluruh warga Muhammadiyah untuk terus memantau perkembangan penanganan perkara tersebut.

“Kami mengimbau seluruh warga Muhammadiyah khususnya kader Pemuda Muhammadiyah untuk mengawal dan memantau perkembangan kasus tersebut kedepannya,” tuturnya.

DIketahui, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah menangkap Andi Pangerang pada Minggu (30/4/2023) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Baca Juga: Berakhir Tragis, Polisi Beberkan Kronologi AKBP Buddy Sebelum Tewas Tertabrak Kereta, Sempat Minum Obat dari…

Peneliti BRIN itu ditangkap berdasarkan laporan yang dilaporkan Nasrullah pada Selasa (25/4/2023) di Bareskrim Polri atas komentarnya dalam unggahan Thomas Djamaluddin terkait perbedaan penetapan Idul Fitri 1444 Hijriah. 

Tak hanya di Bareskrim Polri, sejumlah warga Muhammadiyah juga melayangkan laporan serupa di sejumlah daerah, seperti di Polda Jatim, Polda DIY, dan Polda Kaltim. Laporan tersebut telah dilimpahkan ke Bareskrim Polri dan ditangani oleh Direktorat Siber.

Komentar Andi Pangerang dalam unggahan Thomas Djamaluddin diduga memuat unsur kebencian, seperti menghalalkan darah warga Muhammadiyah untuk dibunuh.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover