Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD blak-blakan setelah dirinya disebut-sebut sebagai salah satu calon wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 mendatang.
Mahfud tidak memberikan jawaban gamblang mengenai kesiapannya menjadi calon wakil presiden, namun dia mengatakan saat ini partai politik peserta pemilu jelas belum membicarakan hal itu secara mendalam, jadi baginya nama-nama cawapres yang muncul sekarang ini masih bisa berubah ke depannya, tergantung dinamika politik.
“Sekarang permainan bola masih milik parpol dan kita lihat nanti. Kita belum sampai ke tahap itu," kata Mahfud di Surabaya sebagaimana dilansir Populis.id Selasa (2/5/2023).
Selain digadang-gadang menjadi calon wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo, banyak pihak juga memprediksi kans politik Mahfud yang disebut-sebut berpotensi besar digaet menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto.
Isu itu kemudian menggelinding liar setelah dirinya menggelar pertemuan tertutup dengan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu di rumah Ketua Umum Partai Gerindra itu. Kendati begitu, Mahfud mengaku dalam pertemuan itu dia dan Prabowo sama sekali tidak membahas cawapres. Mahfud tidak memberi penjelasan secara terperinci mengenai pertemuan itu.
"Saya diundang berbicara di rumahnya di Hambalang. Tidak ada pembicaraan mencalonkan diri sebagai wakil presiden," kata Mahfud MD.
Mahfud juga mengatakan fokusnya saat ini adalah masalah politik, hukum, dan keamanan, termasuk upaya evakuasi Warga Negara Indonesia di Sudan (WNI) dan langkah strategis untuk membasmi Kelompok Kejahatan Bersenjata (KKB).
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan batas waktu pendaftaran calon presiden dan wakil presiden dari 19 Oktober hingga 25 November 2023.