Kebobrokan lapas narkoba di Indonesia mulai terkuak. Tempat untuk menghukum para narapidana yang terjerat kasus narkoba itu justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjual barang haram itu kepada para napi.
Boboroknya lapas narkoba itu dibongkar langsung oleh eks narapidana kasus narkoba Tio Pakusadewo. Aktor kawakan itu memang sudah dua kali balik balik ke lapas narkoba karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Tio mengatakan, bisnis narkoba di dalam lapas justru dilakukan terangan-terangan, barang haram itu disuplay dari luar lapas. Narkoba rutin dibawa masuk ke penjara sepekan sekali.
Tio menjelaskan, setiap kali ada bongkar barang haram itu di dalam lapas, maka tiba-tiba lampu penjara dimatikan. Barang haram yang sudah dikemas rapi dari luar lapas itu kemudian dijual secara terang-terangan kepada para narapidana yang berminat, bahkan kata Tio bandar narkoba keliling dari satu pintu sel ke pintu sel yang lain untuk menjajakan narkoba.
"Jadi kalau di dalam itu, hampir setiap seminggu atau dua minggu sekali mati lampu. Kalau ada mati lampu, itu semua kita udah paham akan ada barang (narkoba, Red) masuk dan bandarnya pada keliling untuk jualan," kata Tio dalam sebuah wawancara dengan artis Uya Kuya dilansir Populis.id Selasa (2/5/2023).
Tidak hanya terang-terangan membuka lapak narkoba di dalam lapas, Tio mengatakan disana para napi juga rutin menggelar pesta narkoba yang diadakan setiap hari jumat setiap minggu. Pesta itu digelar dalam satu ruagan khusus.
"Tiap Jumat malam, di sebuah kamar ada pesta (narkoba, Red) dan yang datang para KS atau kepala suku," kata eks Napi Lapas Cipinang tersebut.
Menurutnya, ada beberapa lembaga atau yayasan yang mengurus makanan dan juga narkoba bagi para napi. Di antara yayasan tersebut, ada satu yang paling berkuasa karena bekerja sama dengan anak salah satu menteri. Namun, Tio tidak mengungkapkan nama menteri tersebut.
Tio mengaku bersedia membongkar bisnis narkoba di penjara agar terjadi perbaikan sistem, sekaligus menghindarkan generasi muda dirusak di dalam penjara.
"Penjara itu, kita inginnya memperbaiki diri. Kita ingin siapa pun yang nantinya memimpin bangsa ini bisa memperbaikinya dan Komisi III DPR jangan hanya cari aman. Kita ingin Kemenkumham yang membawahkan lapas juga bisa memberantas hal-hal seperti ini," tegasnya.