"Membaca situasi di mana PDIP telah deklarasi kan Ganjar, dan Prabowo juga telah deklarasi sebagai Capres, maka potensi pertemuan itu untuk menandai resuffle kabinet, utamanya menentukan nasib Nasdem," tuturnya.
Ia menambahkan, potensi NasDem didepak dari kabinet pemerintahan Jokowi memang santer sekali. Apalagi setelah NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presidennya di Pilpres mendatang.
"Karena Nasdem telah mengambil sikap usung Anies yang sampai detik ini terlihat tidak disukai Jokowi, bahkan cenderung ada upaya menggagalkan pengusungan Anies. Meskipun Resuffle memang miliki momentum, di mana Menkominfo sedang dibidik masalah rasuah," katanya.
Pertemuan
Pantauan Suara.com di Istana Merdeka, sejumlah ketua umum parpol sudah hadir untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi. Semisal saja Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono yang tiba sekitar pukul 18.35 WIB. Kemudian tampak hadir Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Selanjutnya Ketum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas tiba di depan pintu masuk Bali di dalam kawasan Kompleks Istana Kepresidenan. Zulhas masih menyempatkan diri untuk menyapa awak media yang meneriakkan namanya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir dengan kendaraan putihnya. Sedangkan Ketua PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat berita ini ditulis belum tampak hadir.
Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.