Dia menegaskan, Gerindra bukan kendaraan. Tapi alat juang. Adanya Gerindra untuk mengabdi dan berbakti pada rakyat.
"Ada yang menganggap partai kendaraan. Enak saja. Partai dianggap bis. Naik seenaknya, turun di tengah jalan. Ndak bayar lagi. Memangnya bus Damri," seloroh Prabowo.
Prabowo mempertegas kata kesetiaan adalah jiwa. Dia meminta kadernya untuk terus berkaca dan mawas diri terhadap setiap langkah yang diambil.
"Orang pintar dan kaya jika tidak setia kepada negara, rakyat, diberi amanah, diberi tanggung jawab, dia malah korupsi dan sebagainya. Saya meminta kepada kader Gerindra untuk terus berkaca, mawas diri dan mengkoreksi setiap langkah dan tindakan yang diambil," sebut Menteri Pertahanan ini.
Mantan Danjen Kopassus tersebut mengajak seluruh elemen Partai Gerindra untuk berbakti pada nusa dan bangsa.
Pernyataan Prabowo itu disampaikan setelah Sandiaga Uno hengkang dari Gerindra. Sandiaga sendiri sebelumnya telah mengklaim bahwa telah mengantongi izin dari Prabowo untuk mundur dari partai berlambang kepala garuda tersebut.
Meski demikian, masih belum jelas apakah pernyataan dari Prabowo tersebut ditujukan untuk Sandiaga atau bukan.
Lihat Sumber Artikel di Fajar Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Fajar.