Lapak Dalam Lapas Dikulitin Habis-habisan, Anak Menteri Yasonna Laoly Akhirnya Ngomong Juga, Ngakunya Sih Begini, Simak!

Lapak Dalam Lapas Dikulitin Habis-habisan, Anak Menteri Yasonna Laoly Akhirnya Ngomong Juga, Ngakunya Sih Begini, Simak! Kredit Foto: Istimewa

Founder Jeera Foundation, Yamitema Laoly mengaku tidak melakukan monopoli bisnis di dalam lapas maupun rutan. Anak Yasonna Laoly yang saat ini menjabat Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) itu menyebut banyak yayasan lain terlibat di lapas.

Yamitema Laoly membantah tudingan yang dilontarkan oleh aktor Tio Pakusadewo yang menyebut ada bisnis terselubung di dalam penjara. Tio Pakusadewo mengungkap keterlibatan yayasan maupun perusahaan yang terafiliasi dengan Jeera Foundation milik Yamitema Laoly dalam bisnis di lapas, mulai dari katering hingga air minum kemasan.

Baca Juga: Markas Ulama Ditembak-tembakin, Pendeta Saifuddin Jempolin Mustopa, Sebut MUI Selewengkan Uang Sertifikasi Halal untuk Kejahatan

"Tudingan itu tidak benar sama sekali. Saya merasa heran dengan tuduhan melakukan monopoli bisnis, karena di dalam lapas ada banyak yayasan dan organisasi yang bekerja sama dengan pihak lapas. Jadi saya juga heran dengan tudingan monopoli bisnis di dalam lapas. Dasarnya apa? Karena sepengetahuan saya ada beberapa lembaga yang bekerja sama dengan pihak lapas,” ujar Yamitema kepada wartawan, Kamis (4/5).

Pimpinan Yayasan Jeera, Raden Gusti, menjelaskan pembentukan yayasan ini berawal dari semangat membina para narapidana supaya bisa mengembangkan diri. Baik itu aspek keahlian, jati diri, dan kemampuan setelah bebas.

“Saat itu, Yamitema diundang salah organisasi kepemudaan yang bicara soal rencana melakukan pembinaan para napi, beliau merasa tergerak dengan semangat karena napi pasti ingin hidup lebih baik setelah keluar nanti, tapi mereka tak punya skill sehingga kami bersepakat membentuk Yayasan Jeera,” ujar Raden.

Raden mengatakan sejak dibentuk tahun 2016 lalu, ada sekitar 500 warga binaan sudah diberikan pelatihan di bidang keterampilan tas kulit, barista kopi, seni musik,barber, seni lukis, sampai membuat roti.

Baca Juga: Belum Ditangkap Polisi, Pendeta Saifuddin Kembali Hina Nabi Muhammad SAW: Nabi Akhir Zaman Itu Kalau ke Eropa, Pasti…

Baca Juga: Jenazah Mustopa ‘Wakil Nabi’ Penembak Kantor MUI Tuntas Autopsi, Ternyata Oh Ternya Penyebab Kematiannya…

“Tujuannya nanti setelah selesai menjalani hukuman penjara mereka sudah mempunyai bekal keterampilan, apakah musisi, mau jadi pelukis, barista atau usaha kerajinan. Banyak dari mereka yang sudah berhasil, walau tentu tidak semua berhasil juga, tapi paling tidak Yayasan Jeera ini bisa memberikan berkontribusi bagi mereka,” jelasnya.

Raden menambahkan, yayasan melihat warga binaan sebagai orang yang bermasalah secara sosial, namun mereka harus merubah hidupnya asalkan mereka mau dididik agar tidak bermasalah lagi. Maka Yayasan Jeera hadir untuk memberikan pendidikan.

Lihat Sumber Artikel di Fajar Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Fajar.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover