Ketua Majelis Petimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romy mengaku Menkopolhukam Mahfud MD punya sejumlah sisi buruk. Salah satu watak tak baik Mahfud MD kata Romy adalah orang yang ingin menang sendiri, itu adalah watak asli yang memang dari dulu sudah ada.
Romy mencontohkan, salah satu sifat buruk Mahfud adalah ketika dirinya gagal digaet Joko Widodo menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2019 lalu. Ketika itu Mahfud MD menyalahkan semua orang termasuk PPP. Bahkan Mahfud sampai menyebut Romy telah kurang ajar kepada dirinya.
“Memang problem-nya Pak Mahfud itu kan selalu pengin menang sendiri. Dari dulu wataknya memang begitu,” kata Romy dikutip dari kanal YouTube Total Politik Kamis (04/05/2023).
Romy sendiri menyatakan bahwa apa yang Mahfud sampaikan kembali di tahun ini mengenai kegagalannya menjadi cawapres Jokowi merupakan masalah lama.
Dengan Mahfud yang kembali menyinggung masalah tersebut, Romy semakin meyakini watak buruk dari Menko Polhukam itu. Namun, Romy menegaskan bahwa dirinya tak pernah berbohong seperti yang Mahfud sampaikan.
“Itu kalau ditelusuri kapan saya pernah bilang bohong, itu enggak pernah ada itu, tapi itu kalimat yang juga masih dipakai sama Pak Mahfud sampai hari ini, sama dengan empat tahun yang lalu,” ucap Romy.
Sementara itu, dikutip dari kanal YouTube mojokdotco, Mahfud sempat membongkar kisah lama ketika dirinya hendak didukung sebagai calon wakil presiden (Cawapres) oleh PPP.
Menurut cerita Mahfud, dirinya serasa dipermainkan oleh Romy yang menyatakan bahwa Mahfud terlalu pede ingin menjadi cawapres dari Jokowi.
“Saya liat (di dalam, red) tivi ada Romy pimpinan PPP berkomentar di dalam diskusi, ‘Itu bohong itu. Siapa itu yang menaruh Pak Mahfud jadi Wakil Presiden? Itu geer aja, datang sendiri ke Istana’. Waduh, kurang ajar orang ini,” kata Mahfud beberapa waktu lalu.