Pakar komunikasi politik, Hendri Satrio memprediksi bahwa Ganjar Pranowo akan mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Jawa Tengah. Ia meyakini, keputusan itu akan diambil Ganjar usai ditetapkan sebagai calon presiden oleh PDI Perjuangan.
Hensat menilai, Ganjar akan mengejar ketertinggalan dari capres lain yang sudah lebih awal berkenalan dengan masyarakat dan bersafari ke sejumlah daerah. Sebab, jika Ganjar tetap menjadi gubernur maka dirinya akan terkungkung dengan tugas-tugas kepala daerah.
"Nah kalau dia masih menjadi Gubernur Jawa Tengah kalau enggak salah dia masih sampai November atau Oktober, itu waktunya sudah banyak yang terbuang dan dia tidak bisa kemana-mana," kata Hensat kepada awak media, Kamis (4/5/2023)
Sebenarnya, safari politik tetap bisa dilakukan selama Ganjar menjabat Gubernur Jawa Tengah. Namun, menurut Hensat itu tidak tepat karena Ganjar bisa dinilai sebagai capres yang miskin etika.
"Artinya dia cuek saja, walaupun sebagai gubernur dia jalan-jalan terus. saya yakin Ganjar enggak begitu. Makanya untuk tidak melanggar dan tidak melanggar kepatutan saya rasa dia akan mundur dalam waktu dekat," kata dia.
Jika Ganjar benar-benar mempertahankan posisinya sebagai Gubernur Jawa Tengah ditengah proses pencapresannya, Hensat menilai itu akan membuat masyarakat Jawa Tengah kecewa dan dapat memicu penurunan suara Ganjar di daerah tersebut.
"Selama dia masih Gubernur Jawa Tengah itu satu rakyat Jateng bisa marah, yang akhirnya back firenya ke dia, dia enggak dapat suara di Jawa Tengah dan merasa ditinggalkan, dan dianggap remeh kan warga Jawa Tengah-nya," ujarnya.
"Ini kan sebuah contoh yang buruk buat rakyat Indonesia, pada saat ada pemimpin yang meninggalkan rakyatnya saat dia menjabat. Jadi menurut saya dia akan mengundurkan diri sebagai gubernur Jawa Tengah," sambungnya memungkasi.