Zulhas Serahkan Urusan Capres dan Cawapres ke Jokowi, Eh.. Kena Diceletuki: Dia Penjilat Handal!

Zulhas Serahkan Urusan Capres dan Cawapres ke Jokowi, Eh.. Kena Diceletuki: Dia Penjilat Handal! Kredit Foto: Taufik Idharudin

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie mengkritik keras sikap Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang menyerahkan semua urusan penentuan capres dan cawapres ke Presiden Joko Widodo.

Jerry mengatakan pernyataan Zulhas yang demikian sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang ketua umum partai politik. Ia pun menuding Zulhas sebagai seorang yang ahli dalam menjilat.

"Partai PAN yang sangat memalukan dalam sistem perpolitikan Tanah Air. Saya pikir Zulhas salah satu penjilat terbaik Tanah Air," kata Jerry saat dikonfirmasi, Jumat (5/5/2023).

Baca Juga: Terungkap! Ini Tiga Pemasok Dana Rp800 Juta ke Rekening Mustopa, Koboi Penembak Kantor MUI, 1 Dari Korea, 2 dari Taiwan, Semuanya WNI

Menurutnya, menyerahkan semua urusan capres dan cawapres ke Jokowi sebagai tanda bahwa Zulhas tidak memiliki pemahaman yang baik mengenai fungsi dan aturan yang dimiliki partai politik.

"Susah model pemimpin mirip Zulhas dia otomatis merendahkan dan mempermalukan partainya. Atau dorong saja agar Jokowi bisa pegang partainya," ujarnya.

Jerry menilai, kepemimpinan Zulhas lebih buruk saat PAN dipimpin oleh Amien Rais. Sehingga ia berani memprediksi bahwa PAN tidak akan lolos parliamentary threshold (PT) saat Pemilu 2024.

"Dari semua ketua PAN, maka Zulhas ini pemimpin yang gagal total membawa perubahan di tubuh PAN. Masih era Amien Rais lebih baik dan saya prediksi PAN tidak bakal lolos 4 persen PT," ucapnya.

Baca Juga: PPATK Mangap Lihat Rekening Mustopa Koboi Penembak Kantor MUI, Total Transaksi Tembus Rp800 Juta: Nggak Sesuai Profilnya Sebagai Petani

Baca Juga: Demi Bebaskan Mario, Rafael Nekat Kirim Orang Buntutin Jonathan di RS, Dana Pengobatan David dari Asuransi Juga Dipersulit, Biadab Sekali!

Bukan hanya itu, Jerry juga berani mengatakan bahwa PAN sudah tidak lagi sejalan dengan prinsip-prinsip partai politik. Ia justru menyebut PAN sebagaiĀ  LSM atau perusahaan.

"Saya kira kalau pernyataan kontroversialnya ini, mengidentifikasikan PAN bukan lagi sebuah parpol tapi telah berubah seperti LSM atau perusahaan," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover