Orang Ini Tak Ingin Pelaku Penembakan Kantor MUI Dinyatakan Gila dan Stress! Karena Jelas Penuhi Unsur Pidana, Begini Kalimatnya

Orang Ini Tak Ingin Pelaku Penembakan Kantor MUI Dinyatakan Gila dan Stress! Karena Jelas Penuhi Unsur Pidana, Begini Kalimatnya Kredit Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf menyebut dirinya mengutuk keras aksi penembakan yang terjadi di kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Pusat.

“Saya mengutuk tindakan penembakan terhadap kantor MUI yang tidak bertanggung jawab itu. Saya meminta agar penegak hukum segera mengusut tuntas siapa dalang di belakang aksi teror tersebut,” kata Bukhori dalam keterangannya yang dikutip Populis.id pada Jumat (5/5/2023).

Baca Juga: Absen Hadir dalam Pertemuan Jokowi dengan Ketum Parpol di Istana, Ini Lho Alasan Surya Paloh, Dengar!

Anggota DPR Dapil Jawa Tengah 1 ini berharap pengusutan aksi teror tersebut tidak berakhir antiklimaks, yakni berhenti pada narasi ‘orang gila’ sebagaimana pola tersebut kerap terjadi tatkala teror tersebut menyasar tokoh agama. 

“Kemudian saya berharap agar kasus ini tidak berakhir pada pola atau narasi yang menyatakan bahwa pelaku adalah orang gila, stress, dan sebagainya. Sebab, pelaku jelas terbukti melakukan suatu perbuatan yang telah memenuhi unsur pidana,” ujarnya.

Baca Juga: Partai Golkar Kemungkinan Tak Akan Dukung Ganjar di Pilpres, Pertemuan Airlangga dan Cak Imin Jadi Sinyal?

Untuk itu, Bukhori mengimbau agar publik, terutama umat Islam tidak terpancing.

“Ini adalah upaya-upaya agar kondisi menuju 2024 semakin tidak kondusif, dan umat Islam harus semakin waspada namun tidak boleh terpancing,” pungkas politisi Fraksi PKS ini.

Sebelumnya, diketahui Jenazah Mustopa NR, pelaku penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah selesai dilakukan otopsi. Akan tetapi, sampai sekarang pihak keluarga belum ada yang akan mengambil jenazahnya.

"Belum ada (permintaan pengambilan jenazah)," ujar Brigadir Jenderal Polisi Hariyanto kepada wartawan, Kamis (4/5).

Baca Juga: Kantor MUI Ditembak Pria Mengaku Wakil Nabi, PJ Gubernur DKI Heru Budi Pikirkan Langkah Ini

Hariyanto mengatakan, nanti untuk pengambilan, keluargatolong konfirmasi ke penyidik.

"Kami prinsipnya siap, ketika nanti keluarga datang kesini jenazahnya kita kasihkan kepada penyidik di belakang kemudian penyidik nanti yang akan menyerahkan kepada keluarga," jelasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover