Direktur Eksekutif Ide Cipta Research and Consulting (ICRC), Hadi Suprapto Rusli memprediksi bahwa Presiden Joko Widodo akan mereshuffle Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. Prediksi ini muncul pasca adanya keretakan hubungan antara Jokowi dengan Partai NasDem.
Hadi menduga, Johnny akan digantikan oleh putri dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. Pasalnya, hubungan Jokowi dengan Hary Tanoe terlihat cukup baik dan beberapa kali sempat diundang ke Istana.
"Terkait reshuffle kabinet menteri dari Partai Nasdem seperti Menkominfo RI Johnny G Plate yang kemungkinan akan digeser oleh putri Hary Tanoesoedibjo," kata Hadi saat dikonfirmasi, Senin (8/4/2023).
Hadi mengatakan, Partai Perindo akan menjadi bagian dari Koalisi Pemerintah. Langkah ini diambil karena Jokowi tidak nyaman dengan kemapanan Partai NasDem dalam memiliki media massa. Sehingga peran dan posisi NasDem secara perlahan akan digantikan oleh Perindo.
"Komunikasi ini menunjukkan adanya keinginan Jokowi menjadikan Hary Tanoe sebagai bagian koalisi istana dan menjadikan media kepemilikannya sebagai penyeimbang media massa yang dimiliki Surya Paloh," ujarnya.
Hadi menjelaskan, bahwa pihak Istana tengah berupaya mempersempit gerak Koalisi Perubahan agar koalisi pendukung Anies Baswedan tersebut tidak bisa menambah peserta koalisi.
Namun menurutnya sikap Jokowi yang demikian itu bukan semata-mata karena NasDem telah mendeklarasikan Anies sebagai capres di Pilpres 2024. Tapi juga disebabkan oleh sikap NasDem yang sepertinya tidak ingin lagi terkekang oleh keinginan dari pihak istana.
"Deklarasi kepada Anies Baswedan bukanlah satu-satunya muara yang menjadikan Istana sakit hati, karena pada dasarnya Partai Nasdem merupakan partai besar dan sudah menempuh pergulatan politik selama dua kali pemilu," ucapnya.
"Bisa jadi alasan tersebut untuk tidak lagi terkekang pada tengkuk Istana karena mereka layak emban secara mandiri. Partai Nasdem bukan partai yang akan berdiam diri dalam tekanan pada pemilu 2024," sambungnya.