Reuni 212 Paling Cuma Dihadiri Ratusan Orang, Itu Juga 50 Persennya Panitia

Reuni 212 Paling Cuma Dihadiri Ratusan Orang, Itu Juga 50 Persennya Panitia Kredit Foto: Istimewa

Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand menduga bahwa Reuni 212 kali ini hanya dihadiri ratusan orang saja. Itu pun kebanyakan panitia PA 212.

Sebab, sampai saat ini untuk menggelar reuni tersebut belum mendapat izin dari pihak kepolisian.

"Reuni 212 hari ini paling dihadiri seratusan orang. Itupun Panitia 50% jadi yang ikutan dari unsur rakyat hanya kaum-kaum yang memang sudah akut bencinya kepada Pancasila," kata dia dari Twitter @FerdinandHaean3 yang dikutip pada Kamis (2/12/2021).

Baca Juga: Nicho Silalahi Serukan Reuni 212 Harus Tetap Dilaksanakan, Ferdinand: Harus Lebih Banyak Belajar! Biar Tak Jadi Bahan Tertawaan Publik

Ferdinand Hutahaean sejak awal mengharapkan pihak kepolisian untuk menyeret panitia Reuni 212 jika membandel tetap mengadakan reuni tersebut.

"Saya berharap Polri dan TNI langsung saja gulung panitianya!!" ujarnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya akan menindak tegas pihak-pihak yang tetap ingin mengadakan Reuni 212 di kawasan Patung Kuda Wiwaha, Jakarta Pusat.


Sebab, tampaknya Reuni 212 akan tetap dilaksanakan di kawasan tersebut tanpa adanya izin dari kepolisian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menegaskan, aksi Reuni 212 yang berniat diadakan di kawasan Patung Kuda tidak mendapatkan izin.

Maka, apabila tetap dipaksakan, pihaknya tidak segan-segan akan ditindak pidana.

"Apabila paksakan lakukan kegiatan (Reuni 212), maka, kami akan terapkan ketentuan hukum berlaku apabila memaksakan akan kami sangkakan tindak pidana," ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (1/11/2021).

Baca Juga: Nasib Sial PA 212 Berlanjut, Giliran Yayasan Az-Zikra Tolak Mentah-mentah Acara Reuni

Kata Zulpan, pihak-pihak yang tetap memilih menggelar atau terlibat dalan aksi Reuni 212 bakal dipersangkakan dengan pasal berlapis. Di antaranya Pasal 212 hingga Pasal 218.

"Apabila memaksakan akan kami sangkakan tindak pidana 212 dan 218 KUHP yang tak indahkan hal ini," kata Zulpan.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini