Sejumlah masyarakat membentuk relawan dengan nama Mata Anies (MANIES). Pembentukan simpul relawan ini untuk mendukung dan mengusung Bakal Capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan agar bisa duduk di kursi RI 1.
Ketua Manies, Muhammad Husen Db menyebut bahwa ada beberapa alasan mengapa simpul relawan ini akhirnya dibentuk. Pertama, Anies Baswedan dinilai sebagai sosok anak bangsa yang cerdas dan kreatif. Kedua, Anies Baswedan adalah aktivis yang sejak kecil telah menjadi anak yang memiliki tanggungjawab dalam kepimimpinan anak muda.
"Ketiga, Pak Anies Baswedan merupakan darah daging pejuang bangsa," katanya dalam keterangan yang diterima Populis.id pada Selasa (09/05/2023).
Baca Juga: Bongkar Alasan Sebenarnya Jokowi Tidak Undang Surya Paloh, Hasto PDIP Sampai Bawa-bawa Anies
Keempat, Anies Baswedan dinilai mampu menjadi wajah bagi Indonesia dalam berbagai event Internasional. Dan yang terakhir, Anies Baswedan membutikan diri sebagai pelayan rakyat.
"Dari berbagai pertimbangan ini kemudian Manies Indonesia memandang bahwa Indonesia harus diselamatkan dan didelegasikan kepada orang yang patut dan layak memimpin bangsa ini," ucapnya.
Menurutnya, pidato monumental yang kerap disampaikan Anies bisa sebagai basis argumentasi kekuatan koletif. Pak Anies, Baswedan, kata dia, menyampaikan bahwa banyak orang selalu mengeluh tentang kesenjangan jarak untuk sulit memberikan pemerataan pembangunan.
"Dengan kesenjangan jarak membuat kesulitan dalam melakukan pemerataan pembangunan diseluruh Indonesia, padahal jika kita sadar bahwa betapa kita sangat dekat dan semua posisi memiliki kedekatan yang sama. Setia kita yang berada di bumi Indonesia, kita berada di titik Nol bumi pertiwi," ujarnya
Menurutnya, Anies memahami jika semua anak bangsa yang ada dibumi Inodensia, maka jaraknya adalah titik Nol dari bumi pertiwi. Semua rakyat sama dekatnya dengan Indonesia, maka semua pembangunan harusnya sama dan sejajar.
"Pak Anies Baswedan menyampaikan bahwa saat ini kita sedang berdiri tegak ikut kontestasi pemilu tahun 2024 adalah kontestasi gagasan, maka kita jangan terjebak dalam gerakan sentimentil dan ikut meruntuhkan pesta yang baik ini," paparnya.
"Kita harus sadar bahwa yang kita perjuangkan adalah hak demokrasi maka tidak boleh ikut-ikutan merendahkan diri dengan merusak pesta demokrasi ini," pungkasnya.