Anies Baswedan Blak-blakan Soal Lawan-lawannya di Pilpres 2024: Kalau Lawan Debat Itu Namanya Teman Berfikir, Tapi Lawan di Pemilu Adalah…

Anies Baswedan Blak-blakan Soal Lawan-lawannya di Pilpres 2024: Kalau Lawan Debat Itu Namanya Teman Berfikir, Tapi Lawan di Pemilu Adalah… Kredit Foto: Taufik Idharudin

Calon Presiden usungan koalisi perubahan Anies Baswedan mengatakan, dirinya tidak pernah memandang lawan-lawannya dalam pertarungan Pilpres 2024 sebagai musuh, semua kandidat yang berkompetisi dianggapnya sebagai teman dalam berdemokrasi. 

Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, hajatan Pemilu di Indonesia merupakan demokrasi modern dan bukan cara-cara negara yang non modern. Yang mana kekuasaan tidak akan berpindah dan akan terus berada ditangan rakyat Indonesia

Baca Juga: Jadi Cawapres Prabowo di 2019 Disalip Sandiaga, 2014 Mau Maju Bareng Anies Eh… Diserobot Lagi, Kasihan Bangat AHY Hahahaha

“Lawan debat adalah teman berfikir, lawan badminton adalah teman berolahraga, lawan volly adalah teman olahraga, lawan di dalam pilpres, lawan di dalam pemilu mereka adalah teman di dalam demokrasi,” kata Anies Baswedan dilansir dari  YouTube tvOneNews Selasa (9/5/2023). 

Lantaran tak ada musuh dalam pertarungan Pilpres, lanjut Anies Baswedan maka semua calon yang berkompetisi berperang mengadu gagasan untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi. Untuk itu Anies Baswedan meminta masyarakat  Indonesia  untuk melihat baik-baik rekam jejak capres yang maju pada Pilpres mendatang. 

“Tunjukkan bahwa kita punya rekam jejak yang baik, punya rekam gagasan yang baik, punya rekam karya yang baik karena kita punya itu semua,” tuturnya. 

Baca Juga: Diakui Surya Paloh, Cap Bapak Politik Identitas Buat Anies Sukar Dihapus: Nyesel, NasDem Kehilangan Konstituen, Elektabilitas Jeblok!

Baca Juga: Berani-beraninya Kritik Program Menko Luhut, Hidung Anies Langsung Kena Tunjuk Si Opung: Nggak Betul Itu, Datang Kau Ke Kantor Saya!

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, calon presiden yang punya rekam jejak baik jelas tidak akan panik menghadapi pertarungan itu, sebaliknya mereka yang bermasalah pada masa lampau jelas menggunakan segala cara untuk menutupi rekam jejak mereka. 

“Jadi kita tidak perlu memproduksi kebohongan, tunjukan kenyataan dan biarkan kenyataan memenangkan pertarungan gagasan, memenangkan pertarungan rekam jejak, memenangkan pertarungan karya,” tuntasnya.  

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover