Nah Loh! KPK Temukan Dana Hibah 10 M untuk Cyber Army MUI di Rumah Anies? Beneran Nih Mas?

Nah Loh! KPK Temukan Dana Hibah 10 M untuk Cyber Army MUI di Rumah Anies? Beneran Nih Mas? Kredit Foto: Akurat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali disasar tudingan oleh suatu pihak terkait persoalan dirinya memperoleh Tim Cyber Army dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tudingan inipun dikaitkan dengan narasi yang menyebut KPK menemukan aliran dana hibah untuk MUI di rumah pribadi Anies.

Adapun hal ini berasal dari sebuah narasi yang beredar di Facebook lewat sebuah unggahan berupa tangkapan foto Anies yang disebarkan oleh pemilik akun Pengawal Jokowi 3 Periode. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengangkat sebuah narasi yang menyebutkan bahwa pihak KPK berhasil menemukan aliran dana hibah sebesar 10 M di rumah pribadi Anies. 

Dana hibah tersebut kabarnya diperuntukkan kepada MUI untuk membuat Tim Cyber Army yang bertugas untuk membela ulama dan Anies dari serangan para buzzer pembenci mereka di media sosial yang mana sempat heboh beberapa waktu belakangan. Adapun bunyi narasi yang diangkat pengunggah adalah sebagai berikut:

"BERITA TERBARU ~ Kpk Berhasil Temukan Aliran Dana Hibah Sebesar 10 M Dirumah anies."

Untuk cek fakta, kenyataannya klaim yang diutarakan oleh pemilik akun tersebut adalah keliru. Pasalnya, tidak ada informasi kredibel baik dari media massa maupun pihak berwenang terkait KPK yang menemukan aliran dana hibah sebesar 10 M di rumah Anies. Tak hanya itu, sebelumnya isu terkait pembentukan Tim Cyber Army untuk membela Anies juga sudah pernah dibantah oleh pihak MUI DKI Jakarta. 

Selanjutnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga sebelumnya sempat menegaskan bahwa dana hibah yang diberikan melalui Biro Pendidikan dan Mental Spiritual DKI Jakarta kepada MUI DKI Jakarta tak ada kaitannya dengan isu pembentukan Tim Cyber Army. Hal ini disampaikan lewat artikel yang dibuat oleh Kompas.com pada 22 November 2021 lalu.

"Enggak ada hubungannya sama sekali. Pemberian dana hibah kepada MUI itu rutin dilakukan setiap tahun," tutur Riza, dikutip Kamis (2/12/21).

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa narasi yang diangkat pemilik akun Pengawal Jokow 3 Periode tersebut adalah hoaks. Adapun merujuk pada "7 Tipe Mis dan Disinformasi", hoaks yang disebarkan oleh pemilik akun tersebut tergolong ke dalam kategori 'misleading content' atau konten yang menyesatkan, yakni penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu.

Dalam hal ini, isu aliran dana hibah yang diperuntukan kepada MUI dibingkai dengan tudingan dana 10 M tersebut adalah untuk pembentukan Tim Cyber Army pembela individu Anies Baswedan dan berhasil ditemukan KPK di rumah pribadi Anies.

Baca Juga: Dana Hibah Rp36 Miliar Buat Istri Anies Baswedan Disorot, TGUPP Langsung Sewot, Sebut KKN Sambil Seret-seret Nama Jokowi dan Ibu Negara

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini