Imbas kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo, harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo langsung menjadi sorotan. Kini, mantan pejabat pajak itu bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).
Salah satu harta Rafael yang disorot adalah kos-kosan di Jakarta Barat yang diduga miliknya. Sayangnya, tempat tersebut disebut belum mengantungi izin tapi tetap bisa berdiri. Hal itu dibongkar oleh pengguna akun Twitter @logikapolitikid.
Baca Juga: Sosok Ini Sebut Jika Anies Ingin Menang, SBY Harus Temui Anas Urbaningrum, Simak!
Dalam sebuah cuitan yang dibuatnya pada Jumat (5/5/2023), pengguna akun itu mengunggah sebuah bangunan yang disebut merupakan kos-kosan milik Rafael. Ia bahkan menyentil akun Satpol PP Jakbar.
Menurut admin akun itu, kos-kosan tersebut sempat dirobohkan karena tidak mengantungi izin. Namun, ternyata bisa dibangun lagi meski masih belum ada izinnya.
“Hai @Satpolpp_Jakbar wkt Rombongan elo ke kosan Rat yg di JakBar ngapain aja?” tanya akun @logikapolitikid.
Ia menambahkan, “Inget gak dulu kost ini Dirobohin Gara2 gak ada Izin, Nah prtanyaannya kanapa kok tiba2 Bisa dibangun lagi? Pdahal masih kek dulu belum ada izin. Saran dari gue, jgn nunggu rame lagi, biar gk nyesel.”
Lebih lanjut, ia membongkar ada 21 kamar di kos Jakbar itu, tapi izinnya masih belum ada. “Hai @Satpolpp_Jakbar @DKIJakarta pantauan si Pablo, ada 21 kamar tanpa ada izinnya masih kokoh tuh di JakBar,” pungkasnya.
“Kalo rame dulu, kasian nanti @Satpolpp_Jakbar di cap gak ada harga dirinya, cuma berani sama pedagang Kaki Lima, mau kapan di Beresin?” tanyanya menandaskan.
Setelah itu, ia membalas cuitan ayah korban penganiayaan Mario Dandy, Jonathan Latumahina. Ayah David Ozora itu menyisipkan sebuah artikel berjudul ‘KPK Usut Kepemilikan Indekos Rafael Alun di Jakarta Barat’ sambil mengatakan, “Tuh @logikapolitikid.”
Ia kemudian mengungkap bahwa petugas KPK memang sempat mendatangi kos yang diduga milik Rafael itu. Namun, mereka tidak mendapat hasil apa-apa.
Ia menyampaikan, “Kata si Pablo KPK sama rombongannya emg sudah ke kosan Jakbar, mungkin gara2 yg mau disita sudah dipindahin ke Solo jd kpk ga bawa hasil apa2, abis itu balik lagi dengan muka kusam.”
“Sampe detik ini kosan itu masi berdiri kokoh iya kan @Satpolpp_Jakbar ?” tandasnya dikutip Populis.id dari cuitan akun @logikapolitikid yang diunggah pada Rabu (10/5/2023).
Tak hanya itu, admin akun itu juga meminta KPK untuk menyita mobil hardtop milik Rafael yang diduga merupakan hadiah dari ‘gengnya’.
Ia menjelaskan, “@KPK_RI sikat juga mobil Hardtop ini. (Foto) Sebelah kiri itu waktu sehari baru turun dari deler, yg kanan udah di modif, sekarang posisi mobil masi di solo, di slimutin di garasi.”
“Nah mobil ini tuh pemberian gengnya Rat, mobil itu diberikan karena wktu itu misi Gengnya Rat sukses… Meskipun skrg yg memberikan mobil itu sudah mendekam dipenjara gara2 kasus yang sama ( PENCUCIAN UANG),” tutupnya.
Kata si Pablo KPK sama rombongannya emg sudah ke kosan Jakbar, mungkin gara2 yg mau disita sudah dipindahin ke Solo jd kpk ga bawa hasil apa2, abis itu balik lagi dengan muka kusam..
— si Pablo (@logikapolitikid) May 10, 2023
Sampe detik ini kosan itu masi berdiri kokoh iya kan @Satpolpp_Jakbar ? https://t.co/Gvj5pWojx5