Beraksi Lagi, Omongnnya Bima Yudho Semakin Pedas: Kita Blak-blakan Malah Diserang Sana-sini, Kejujuran Itu Hampir Punah di Indonesia

Beraksi Lagi,  Omongnnya  Bima Yudho Semakin Pedas: Kita Blak-blakan Malah Diserang Sana-sini, Kejujuran Itu Hampir Punah di Indonesia Kredit Foto: Instagram/ Bima Yudho

Tiktoker Bima Yudho kembali beraksi. Kali ini netizen asal Lampung yang sedang menyelesaikan studinya di Australia itu mengomentari kasus yang menimpa Husein Ali Rafsanjani, seorang guru muda di Pangandaran yang memilih keluar dari Aparatur Sipil Negara (ASN) karena pungutan liar yang dilakukan di instansinya. 

Bima mengatakan kasus Husein Ali Rafsanjani mengkonfirmasi bahwa dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini memang sangat bobrok. Dia lantas mempertanyakan solusi pembenahan dunia pendidikan itu kepada  pemerintah Indonesia. 

Baca Juga: Emak Bapaknya di Penjara, Anak Ferdy Sambo Datang Sendirian di Hari Kelulusan SMA Taruna Nusantara, Wajah Sedihnya Nggak Bisa Diumpetin

"Ini solusinya gimna sih? Gua kasih tau solusinya ya. Pendidikan. Pendidikan di Indonesia ini udah bobrok banget. Ini PR besar," kata Bima dilansir Populis.id Jumat (12/5/2023). 

Bima bahkan mengatakan, kebobrokan dunia pendidikan Indonesia, bukan baru terjadi satu dua tahun belakangan.  Hal ini kata dia sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu, artinya dunia pendidikan di negara ini bagi Bima memang tidak mengalami kemajuan apa-apa. 

"Udah puluhan tahun loh kak sejak Indonesia merdeka, masak iya mau gini2 aja? Makannya gua sediakan platform “Bima Foundation” buat kalian yang mau lanjut kuliah ke luar negeri dan mau konsultasi," tuturnya. 

Bima mengapresiasi keputusan Husein Ali Rafsanjani yang berani bersuara dan berkata jujur mengenai bobroknya institusi tempat ia bekerja. Bagi Bima keberanian yang bersangkutan memang layak dijempoli. 

"Kita yang blak2an kek gini malah gak cocok, bakal banyak banget yang nyerang sana-sini. Jujur itu mahal banget di Indonesia, bahkan hampir punah," tuturnya. 

Sebagai informasi tambahan, viral curhat guru muda Husein yang mengaku mendapatkan intimidasi usai melaporkan dugaan pungli saat dirinya melakukan latsar di Kabupaten Pangandaran tahun 2020 lalu.

Baca Juga: Musuhnya Habib Bahar dan Rizieq Shihab Sakit Keras, Jantungnya Sudah Nggak Bisa Dipasang Ring, Kini Minta Didoakan Supaya Cepat Sembuh

Baca Juga: Kelakuan Gubernur Gagal di Luar Nalar, Dulu Ngotot Bikin Balap Mobil Listrik, Sekarang Cerewet Kritik Kendaraan Listrik, Anies Oh.. Anies

Husein mengaku dikepung 12 orang usai dipanggil ke Kantor BKPSDM Pangandaran, dan ditanya alasan dirinya melapor soal dugaan pungli tersebut. Ia pun mengaku tidak terima dengan penarikan dana tersebut, dan meminta bukti soal pengakuan adanya pemotongan anggaran untuk Covid-19.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover