TikToker Bima Yudho yang dikenal karena mengkritik Lampung ikut menanggapi nasib seorang guru di Pangandaran bernama Husein Ali Rafsanjani yang mendapat intimidasi karena melaporkan adanya dugaan pungutan liar (pungli).
Sebagaimana diketahui, baru-baru ini pernyataan Husein menjadi sorotan publik karena dirinya mengaku mendapat intimidasi dan ancaman dari institusi yang dilaporkannya terkait dugaan pungli saat Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2021.
Melalui salah satu postingan di akun TikTok miliknya, Bima kemudian menyinggung aksinya yang mengkritik Lampung hingga membuat anak muda mulai berani berbicara, salah satunya Husein.
“Yang terakhir gue denger, ada seorang guru dari Pangandaran yang ngomongin soal pungli di daerahnya dan langsung menerima take down, langsung menerima intimidasi enggak tuh,” ucapnya dikutip Populis.id dari postingan akun TikTok @awbimaxreborn yang diunggah pada Kamis (11/5/2023).
Menurut Bima, hal-hal seperti itu masih akan terus terulang di Indonesia. Ia menyebut bahwa solusinya adalah pendidikan. “Itu bakalan template kayak gitu-gitu aja. Next time ada yang kayak gini lagi, nah bakalan diintimidasi lagi. Ini solusinya gimana sih?” pungkasnya.
Ia menambahkan, “Gua kasih tahu solusinya ya, walaupun ini bukan jobdesk gua ya kak sebenernya, gua enggak digaji, gua enggak dikasih dana hibah juga, tapi gua kasih tahu nih. (Solusinya) Pendidikan. Pendidikan di Indonesia ini udah bobrok banget, ini PR besar.”
Bima menyebut pendidikan Indonesia bobrok karena banyak orang yang memasukkan anaknya ke sekolah atau kampus dengan cara menyogok, bahkan jika instansi pendidikan itu tidak terkenal.
Saat mengunggah video tersebut, dalam keterangannya Bima menyatakan kalau jujur itu sudah mahal di Indonesia, bahkan hampir punah karena banyaknya kecurangan-kecurangan yang terjadi.
Bima menjelaskan, “In addition, mereka yang sekolahnya lewat orang dalam malah at the end kerja di pemerintahan dan bahkan memiliki jabatan yang tinggi loh kak. Kita yg blak2an kek gini mlah gak cocok, bakal banyak banget yang nyerang sana-sini.”
“Jujur itu mahal banget di Indonesia, bahkan hampir punah. Isinya orang2 yang sopan santunnya bagus di depan, tapi dibelakang curang luar biasa. Udah puluhan tahun loh kak sejak Indonesia merdeka, masak iya mau gini2 aja?” tanyanya menutup.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sebelumnya menyebut bahwa tidak ada pungli. Berdasarkan keterangan pemerintah kabupaten (Pemkab) Pangandaran, anggaran transportasi para peserta Latsar di-refocusing untuk pandemi Covid-19. Namun, hal itu tidak dikomunikasikan dengan baik kepada peserta dengan baik.