Pegiat media sosial, Abu Janda, ikut mengomentari video viral Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), La Ode Umar Bonte, yang terang-terangan mengaku menolak Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
Dalam sebuah postingan terbarunya, Abu Janda mengunggah cuplikan video yang berisi pernyataan La Ode atas penolakannya terhadap bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan tersebut.
Baca Juga: Anies Kritik Subsidi Mobil Listrik Era Jokowi, Eko Kuntadhi: Mungkin Karena Pendukungnya...
La Ode menyebut dirinya tak ingin Anies menjadi Presiden RI selanjutnya karena eks Gubernur DKI Jakarta itu bukan putra asli bangsa Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap RI 1 nanti berasal dari bangsa sendiri, tak masalah jika itu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto atau Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
“Sebagai Ketua Umum DPP KNPI secara tegas dan lugas saya tidak ingin Anies Baswedan menjadi presiden Republik Indonesia. Saya setuju, Anda lahir dan besar di sini, Belanda juga datang di Indonesia dan mengaku menjadi pahlawan, ingin menyelaatkan ekonomi bangsa Indonesia, tetapi mereka tetap saja bukan putra-putra asli bangsa Indonesia,” jelasnya.
La Ode menambahkan, “Berilah kesempatan terbaik untuk memimpin bangsa ini dari putra bangsamu sendiri. Prabowo oke, Ganjar Pranowo oke.”
Setelah itu, Abu Janda berkomentar bahwa penolakan yang dilakukan oleh La Ode bukanlah bentuk tindakan rasis. Menurutnya, orang yang menuduh rasis pasti mereka yang menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI 2017 karena ia Cina.
Abu Janda mengatakan, “Video ini viral karena Ketua DPP KNPI ini menolak capres Anies Baswedan dengan alasan ‘bukan putra asli Indonesia’. Apakah itu rasis? Menurut saya tidak. Orang yang menuduh rasis ini adalah orang-orang yang waktu Pilkada DKI nolak Ahok dengan alasan ‘Cina’.”
“Lihat, ‘Cina’-nya Ahok selalu dibawa-bawa), bahkan sampai terang-terangan ajak ganyang bantai Cina,” lanjutnya sambil menyisipkan gambar spanduk dengan tulisan ‘Ahok sumber masalah, Ganyang Cina!’ dan ‘Ganyang Cina, Penjarakan Ahok’.
“Pertanyaan saya, kenapa nolak Cina boleh tapi nolak Arab tidak boleh? Monggo dijawab,” tutup Abu Janda, dikutip Populis.id dari postingan akun Instagram @permadiaktivis2 yang diunggah pada Jumat (12/5/2023).