Sebut Pidato Jokowi Kayak Kerai Kena Tulup, Mulut Besar Amien Rais Dibungkam Orangnya Pak Prabowo: Cara Berpikirmu Bajingan dan Kurang Ajar!

Sebut Pidato Jokowi Kayak Kerai Kena Tulup, Mulut Besar Amien Rais Dibungkam Orangnya Pak Prabowo: Cara Berpikirmu Bajingan dan Kurang Ajar! Kredit Foto: YouTube/Amien

Politisi Partai Gerindra Ferdinand Hutahaean tampak sangat kesal dengan komentar keras Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais yang mengkritisi pidato Presiden Joko Widodo pada   Musyawarah Rakyat (Musra) yang digelar pada Minggu (14/5/2023). 

Dimana Amien Rais mengkritik pidato kepala negara dengan kata-kata yang cenderung kasar, dia mengatakan pidato tersebut seperti kera yang sedang terkena tulup. 

Menurut Ferdinand, kata-kata Amien Rais tidak bisa dimaklumi, itu terlampau kasar, dia lantasnya menyebut bahasa kasar yang dipakai Amien Rais menyerang Presiden Jokowi adalah gambaran dari pola pikir Amien Rais. 

Baca Juga: Periksa CCTV di Lokasi Penembakan Habib Bahar, Polisi Langsung Blak-blakan, Pasang Kuping Baik-baik!

Secara tak langsung, kata Ferdinand Amien Rais seolah-olah sedang mengajari generasi muda untuk kurang aja.  Dia bahkan mengatakan pola pikir eks ketua MPR itu layaknya  seorang bajingan. 

“Pak Amien Rais, membaca judul berita ini, mohon maaf saya harus berkata agak kasar kepada bapak yang sudah sepuh. Bagi saya kalimat Anda ini menunjukkan kelas berpikir seorang bajingan tak beradab yang mengajari generasi muda kurang ajar,”  kata Ferdinand dalam sebuah cuitan di akun twitternya dilansir Populis.id Rabu (17/5/2023). 

Anak buah Prabowo Subianto itu lantas meminta Amien Rais untuk berbenah diri mengingat usianya yang semakin menua. Amien Rais kata Ferdinand harus segera bertobat. 

“Tobat pak tua!” pintanya. 

Sebagaimana diketahui, Amien Rais mengkritik keras pidato Jokowi yang dilakukan dihadapan ribuan  pendukungnya. Amien secara khusus menyoroti pernyataan Jokowi yang meminta para pendukungnya memilih presiden baru yang pandai memanfaatkan peluang demi kemajuan bangsa

"Ini aneh sekali, kalau 13 tahun itu datang dan bangsa bersangkutan gagal merebut peluang untuk membawa kemajuan ya sudah bangsa itu kehilangan kesempatan dan tidak akan pernah memperoleh kesempatan lagi. Nah saya berpendapat bangsa yang punya pemimpin cerdas berilmu dan punya kearifan historis tentu akan bangkit lebih dahsyat lagi bila sampai gagal dalam 13 tahun pertamanya bukan lantas tingak-tinguk seperti seekor kera kena tulup, putus asa. Saya tidak dapat menduga siapa orangnya yang membisiki Pak Jokowi sehingga presiden kita itu sama sekali seperti tidak paham masalah," tegasnya.

Baca Juga: Puji Anies Baswedan, Jusuf Kalla Blak-blakan Sebut Ahok Biang Kerok Perpecahan: Dia Itu Sangat Berbahaya!

Baca Juga: Ngaku Ditembak dari Jarak Dekat Sampai Mandi Darah, Bahar Sembuh Setelah Beberapa Hari, Orang Dekatnya Sampai Tidak Bisa Berkata-kata!

"Perjalanan setiap bangsa itu kan selalu panjang puluhan dan ratusan tahun kadang up kadang down ini biasa. Jadi sampai saat ini Jokowi belum melihat capres dan cawapres yang kuat yang berani menghadapi tekanan asing yang menyatu dengan rakyat yang pandai mencari dan mengisi peluang dan berbagai keunggulan yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin,” tuturnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover