JK Blak-blakan Sebut Ahok Biang Kerok Perpecahan, Sosok Ini Langsung Singgung Bekas Napi: Dia Enggak Cuma Berbahaya, Tapi..

JK Blak-blakan Sebut Ahok Biang Kerok Perpecahan, Sosok Ini Langsung Singgung Bekas Napi: Dia Enggak Cuma Berbahaya, Tapi.. Kredit Foto: GenPI

Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto, menyampaikan tanggapannya terkait pernyataan Jusuf Kalla (JK) yang menyebut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan biang kerok perpecahan.

Melalui salah satu cuitan di akun Twitternya, ia menyisipkan sebuah artikel yang berjudul, “Jusuf Kalla Terang-terangan Sebut Ahok Biang Kerok Perpecahan: Dia Sosok yang Sangat Berbahaya, Beda dengan Anies Baswedan.”

Baca Juga: Menkominfo Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Sosok Orang Terkaya ke-39 di Indonesia Ini Diisukan Bakal Gantiin Johnny G Plate, Siapa Tuh?

Menanggapi artikel itu, Gigin seolah menyetujui pernyataan JK. “Dia gak cuma berbahaya tapi juga sangat kuat,” ujarnya dikutip Populis.id dari cuitan akun @giginpraginanto pada Sabtu (20/5/2023).

Soal alasannya menyebut Ahok kuat, Gigin kemudian menyinggung statusnya yang merupakan mantan narapidana (napi), tapi justru bisa menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina.

Padahal, ia merasa Pertamina di bawah kepeminpinan Ahok kerap mendapat musibah serta gagal meningkatkan produksi.

Gigin mengatakan, “Bayangkan, bekas Napi bisa menjadi Komut Pertamina. Sekarang bahkan dijagokan menjadi gubernur DKI.”

“Padahal di bawah kendalinya Pertamina berulang kali kena musibah kebakaran dan gagal meningkatkan produksi,” sambungnya tokoh dariIndonesia Timur itu.

Baca Juga: Gegara Gak Mau Beberkan Hasil Evaluasi Kinerjanya, PKS Bakal Adukan Heru Budi ke Pimpinan DPRD DKI

Sementara itu, sebelumnya Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla, memang secara blak-blakan menyebut Ahok biang kerok perpecahan, serta sosok yang sangat berbahaya dan mengancam persatuan di negara ini.

Jusuf Kalla menyampaikan hal itu saat dirinya tengah menceritakan keterlibatannya dalam Pilkada DKI 2017. Saat itu, ia diketahui berada di pihak Anies Baswedan dan berseberangan dengan Ahok.

JK mengaku saat itu ia yang melobi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mendukung Anies Baswedan karena menurutnya Ahok tidak bisa dibiarkan tetap memimpin Jakarta.

JK mendukung Anies karena menilai eks Gubernur DKI Jakarta itu sangat memahami persatuan dan masalah sosial. Kini setelah Pilkada DKI 2017, JK tetap menyatakan dukungannya kepada mantan Mendikbud itu di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Oleh karena itu, meski dirinya politisi senior Golkar, ia mengapresiasi Partai NasDem karena menjadi parpol pertama yang mengusung Anies.

Terkait

Terkini