Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli menyentil keras calon presiden usungan koalisi perubahan Anies Baswedan yang mengaku siap adu gagasan dengan capres lain pada Pilpres 2024 mendatang.
Guntur Romli mengatakan, gagasan yang dibawa Anies Baswedan hanya sebatas kata-kata yang enak didengar, namun realisasinya nol besar. Dia tidak yakin, eks Gubernur DKI Jakarta itu mampu memimpin Indonesia.
Guntur Romli lantas menyentil Anies Baswedan yang beberapa kali tertangkap menggunakan pesawat pribadi saat sedang safari politik di sejumlah wilayah di Indonesia. Dia menyebut Anies adalah sosok manja yang tidak akan bisa blusukan dan turun ke bawah mendengar keluh kesah masyarakat sebagaimana yang dilakukan Presiden Joko Widodo selama ini.
“Orang yang sudah terbiasa manja & disediakan Private Jet kemana-mana, mana sanggup diajak blusukan, masuk-masuk, menyapa rakyat keliling Indonesia.Maunya dia kan, turun dari Pesawat Pribadi, keluar bandara ke acara: tempika-tempiki, gunting pita, cuap-cuap pidato, makan-makan, basa-basi, selesai, balik bandara, pulang naik Private Jet lagi,” kata Guntur Romli dilansir Populis.id dari laman twitter pribadinya @GunRomli Minggu (21/5/2023).
Melihat Anies Baswedan yang selalu menggunakan pesawat pribadi, Guntur Romli mengatakan ongkos politik Anies Baswedan menuju Pilpres 2023 jelas berbiaya tinggi. Dalam dunia politik Anies disebut bakal membayar hal itu andaikata dia terpilih menjadi presiden.
“Biaya politiknya sudah tinggi, diitung utang atau investasi bagi si bohir. Uda terpikir mempermainkan proyek untuk mengembalikan utang. Eh lingkarannya keburu ditangkap kasus korupsi 8 T,” tuturnya.
Baca Juga: MUI Tolak Konser Coldplay, Wapres Ma’ruf Amin Malah Jadi Bulan-bulan: Akhirnya Kepake Juga Beliau!
Dengan biaya politik yang meroket, Guntur Romli yakin Anies Baswedan tidak akan bekerja untuk masyarakat Indonesia, prioritas ketika terpilih adalah kalangan tertentu yang selama ini dianggap telah menguntungkan dirinya.
“Rekam jejaknya juga ada, proyek2 asal-asalan di ibu kota unt "bancakan" lingkarannya: Formula E, Sumur Resapan, DP 0, Jalur Sepeda, pembagian bansos, dll,” tandasnya.