Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli menyentil keras politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus anggota RI Bukhori Yusuf yang disebut-sebut telah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istri keduanya yang sedang hamil.
Ketua Umum Ganjarian itu tampak sangat kesal terhadap kasus kekerasan tersebut, dia lantas memplesetkan kepanjangan PKS menjadi Partai Kekerasan Seksual.
Baca Juga: Ngaku-ngaku Dirinya Habib, Borok Bahar Smith Kena Dibongkar Guru Gembul: Dia Pakai Hadits Palsu!
“Partai Kelainan Seksual, Partai Kejahatan Seksual,” kata Guntur Romli dilansir Populis.id dari laman twitternya @GunRomli Selasa (23/5/2023).
Guntur Romli mengatakan dengan adanya kasus kekerasan rumah tangga itu, maka borok PKS akhirnya ketahuan, dimana partai oposisi ini kata Guntur Romli ngotot menolak Undang-undang kekerasan seksual. Mereka menolak peraturan itu karena kadernya sendiri menjadi pelaku kekerasan.
“Oh pantas, PKS, partai pendukung Anies ini menolak UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, ternyata anggota Dewannya seperti ini...,” tandasnya.
Adapun Bukhori Yusuf sudah membantah kabar kekerasan yang ia lakukan terhadap istri keduanya berinisial M itu. Dia mengatakan itu adalah belaka. Kendati demikian Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR mengkonfirmasi telah menerima laporan kasus kekerasan tersebut.
Diketahui bahwa kasus dugaan KDRT tersebut sudah dilaporkan korban ke Polresta Bandung sejak November 2022. Namun, karena belum ada tindak lanjut terhadap laporan korban M, penyelidikan Polresta Bandung seperti tidak terlaksana.
Di sisi lain pelaku Bukhori Yusuf sendiri telah menandatangani surat pengunduran diri dari DPR RI. Oleh karena itu DPP PKS sampai saat ini masih mencari pengganti kekosongan kursi di DPR RI.