Nah Lho! Jelang Sidang Penganiayaan David, Shane Lukas Ngaku Dititipin HP dan Duit Rp1,5 Juta, Tangan Tersembunyi Lagi Bekerja?

Nah Lho! Jelang Sidang Penganiayaan David, Shane Lukas Ngaku Dititipin HP dan Duit Rp1,5 Juta, Tangan Tersembunyi Lagi Bekerja? Kredit Foto: Disway.id

Kuasa hukum Shane Lukas, Happy SP Sihombing, mengungkap salah satu hal yang dialami oleh kliennya saat ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, sambil menunggu persidangan kasus penganiayaan David Ozora.

Hal itu disampaikan olehnya saat menjadi narasumber di acara yang dipandu oleh Hotman Paris Hutapea. Mulanya, pengacara kondang itu bertanya kepada Happy apakah ia juga merasa proses berkas kasus Shane Lukas dan Mario Dandy Satriyo menjadi P21 terlalu lama.

Baca Juga: Gibran Minta Tidak Perlu Panik Soal Dukungan Capres: Saya Cuman Anak Kecil, Tidak Tahu Apa-apa

“Iya, menurut hemat kami ini (penyidikan) terlalu lama karena ini sudah perpanjangan yang kedua dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jadi sudah 90 hari, besok sudah lebih dari 90 hari,” jawabnya dikutip Populis.id dari kanal YouTube METRO TV yang diunggah pada Rabu (24/5/2023).

Ia menambahkan, “Pengalaman kami sebagai penegak hukum dan advokat, biasanya kalau sudah perpanjangan yang kedua, itu sudah mulai ada tahap kedua, tinggal nunggu sidang. Jadi kali ini kita mempertanyakan hal itu (lamanya berkas penyidikan) karena klien saya, Shane Lukas, itu selalu menanyakan ‘kapan ini pak sidangnya?’.”

Saat ditanya apakah menurutnya pihak Mario Dandy berperan terhadap lamanya proses berkas kasus penganiayaan David, Happy menanggapi, “Kalau dari pihak Mario Dandy berperan itu kita tidak ada kecurigaan sampai ke sana.”

Namun, Happy mengungkap kalau kliennya sempat diberikan uang Rp1,5 juta dan ponsel dengan cara dititipkan ke petugas Polda Metro Jaya. Sayangnya, pihaknya masih belum mengetahui siapa orang yang menitipkan itu.

Happy mengatakan, “Jadi bapaknya Shane ini, Tagor Lumbantoruan, hampir setiap hari dia besuk Shane karena tiga tahun ini pengangguran. Jadi beberapa waktu yang lalu, itu ada orang yang datang ke Polda, ke ruang tahti namanya, tahanan dan titipan di Polda.”

Baca Juga: Nah Lho! Dosanya Dibeberin Anak Buah, Johnny G Plate Disebut Pernah Minta Setoran Rp500 Juta per Bulan, Bilangnya Sih Buat Anak-anak..

“(Orang itu) Datang ke sana untuk membesuk dan di sana menyerahkan uang Rp1,5 juta dan handphone kepada si Shane. Untung dia (Shane) menolak. Saya terima kasih kepada petugas Polda, akhirnya uang itu karena Shane menolak, uang itu dikembalikan lagi oleh petugas Polda kepada orang yang datang,” sambungnya.

Hotman menyampaikan kemungkinan bahwa ponsel itu diberikan dengan tujuan untuk berkomunikasi dengan Shane. Ia pun bertanya-tanya siapa yang diuntungkan dalam hal itu. Namun, Happy juga tidak tahu siapa sosok itu.

“Yang jelas, kalau ketahuan orangnya itu, pasti ketahuan ini untuk apa, dalam rangka apa. Jadi enggak ketahuan hari itu siapa yang menyerahkan,” jelas Happy.

Hotman kemudian melayangkan pertanyaan lagi ke Happy dengan mengatakan, “Berarti dalam perkara ini masih ada tangan-tangan tersembunyi (yang) bekerja?”

“Saya enggak tahu, saya tidak bisa sampai ke kesimpulan sana, tapi yang jelas faktanya seperti itu,” tegas Happy.

Sementara itu, berkas perkara Shane dan Mario Dandy telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaak Tinggi DKI Jakarta pada Rabu (24/5/2023) sehingga keduanya akan segera disidangkan di pengadilan atas kasus penganiayaan David. 

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover