Niatnya Mau Nyerang Jokowi, Mas Anies Malah Blunder: Hei Capres Tukang Ngibul, Rakyat Juga Tahu Kalau SBY Cuma Juara Karang Lagu!

Niatnya Mau Nyerang Jokowi, Mas Anies Malah Blunder: Hei Capres Tukang Ngibul, Rakyat Juga Tahu Kalau SBY Cuma Juara Karang Lagu! Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Pegiat media sosial Yusuf Muhammad menanggapi kritik keras bakal calon presiden usungan koalisi perubahan Anies Baswedan yang menyoal pembangunan jalan era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dimana Anies membandingkannya dengan pembangunan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Yusuf Muhammad, pernyataan Anies Baswedan yang menyebut pembangunan Jokowi hanya berfokus pada jalan berbayar alias jalan tol itu jelas salah besar. Jokowi selama dua periode memimpin Indonesia kata dia justru jauh lebih banyak membangun jalan non tol jika dibandingkan dengan pendahulunya, SBY. 

Baca Juga: Anies Terang-terangan Kritik Pembangunan Jalan Tol Era Jokowi, Jawaban Menteri Basuki Sungguh di Luar Dugaan: Nggak Usah…

“CAPRES TUKANG NGIBUL. Kesalahan FATAL jika menyerang Jokowi lewat pembangunan jalan atau infrastruktur. Rakyat Indonesia sudah tahu dan bisa merasakan pembangunan infrastruktur yg begitu masif di era Jokowi ketimbang SBY,” kata Yusuf Muhammad di akun twitternya @yusuf_dumdum dilansir Populis.id Kamis (25/5/2023). 

Pada masa pemerintahan sebelumnya kata Yusuf Muhammad SBY tidak seberapa membangun jalan baik itu jalan tol maupun jalan non tol. Dia bahkan mengatakan satu-satunya karya SBY yang diingat seluruh rakyat Indonesia adalah mengarang lagu. 

“Tapi kalau soal membuat album lagu rakyat baru percaya SBY lebih unggul. Bahkan SBY sampai masuk rekor muri karena berhasil bikin 5 album dan 40 lagu semasa menjabat Presiden 2 periode,” sentilnya. 

“Tapi kalau soal membangun infrastruktur jelas Jokowi juaranya. Bicara soal infrastruktur tentu bukan hanya jalan, namun juga pelabuhan, bandara, pos lintas batas negara, bendungan, dll. Bahkan Bendungan Tukul di Pacitan, tempat kelahiran SBY, itu pun dibangun di era Jokowi. SBY cuma berhasil membangun 'Istana Museum Megah' di Pacitan utk keluarganya. Sedangkan Jokowi bangun Bendungan Tukul untuk warga Pacitan. Jelas berbeda!,” tambahnya.

Baca Juga: Ngaku Nggak Pernah Bawa Kamera Pas Blusukan, Eh..Anies Terciduk Lagi Bikin Konten di Depan Gerobak Sampah, Wan Aibon Memang Agak Lain!

Yusuf Muhammad lantas menyentil Anies Baswedan dengan menyebut yang bersangkutan adalah capres boneka oligarki yang salah mencari bahan menyerang Jokowi. 

“Kasihan capres boneka oligarki jadi blunder serang Jokowi lewat pembangunan jalan. Mohon dimaafkan, mungkin doi cuma diminta baca data yang disuguhkan oleh tim risetnya. Bukan datanya yg salah, tapi tim risetnya aja yg kurang teliti,” tuturnya. 

Data Anies Salah 

Dalam pidatonya yang berpolemik itu, Anies Baswedan menyebut SBY membangun jalan nasional sepanjang 11.800 kilometer. Sedangkan Jokowi hanya membangun 590 kilometer jalan nasional, dia menyebut Jokowi hanya fokus pada pembangunan jalan berbayar alias jalan yang hanya dipakai kalangan tertentu saja. 

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian juga membantah pernyataan Anies Baswedan tersebut, Menurut Hedy, Anies salah menginterpretasi data BPS. Menurut dia, panjang jalan nasional saat era SBY yang disampaikan Anies tersebut, adalah perubahan status dari jalan provinsi menjadi jalan nasional, bukan pembangunan jalan baru.

Baca Juga: Ubah Tata Cara Shalat, Omongan Pengasuh Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang Malah Enteng Banget: Buat Apa Pakai Dalil, Wong Agama Itu…

“Yang disebut bahwa pembangunan jalan SBY lebih panjang dari zaman Jokowi, bukan itu data BPS. Jadi salah interpretasi data BPS," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terkini