Ngaku Dapat Telepon dari Mantan Menteri, Khawatir Demokrat Diambil Moeldoko, SBY: Jangan-jangan Ini Serius…

Ngaku Dapat Telepon dari Mantan Menteri, Khawatir Demokrat Diambil Moeldoko, SBY: Jangan-jangan Ini Serius… Kredit Foto: Creative Commons

“Ikuti petunjuk Ketua Umum. Jika keadilan tak datang, kita berhak memperjuangkannya secara damai dan konstitusional,” ujar SBY.

Mengenai berkaitan system Pemilu,  SBY mengatakan, jika yang disampaikan Prof Denny Indraya reliable bahwa MK bakal menetapkan system proporsional tertutup dan bukan system proporsional terbuka seperti yang berlaku saat ini, maka hal tersebut akan menjadi isu besar dalam dunia politik Indonesia.

Tiga hal yang disampaikan SBY berkaitan dengan system pemilu yang hendak diputuskan MK. SBY berpandangan apa yang disampaikan juga merupakan pernyataan mayoritas rakyat Indonesia dan mayoritas partai-partai politik. Tak terkecuali, para pemerhati Pemilu dan demokrasi.

“Ingat, DCS (Daftar Caleg Sementara) baru saja diserahkan kepada KPU. Pergantian system Pemilu di tengah jalan bisa menimbulkan chaos,” ucap SBY.

Sesuai konstitusi, domain dan wewenang MK adalah menilai apakah sebuah UU bertentangan dengan konstitusi, dan bukan menetapkan UU mana yang paling tepat, Sistem Pemilu Tertutup atau Terbuka?" tanya SBY.

Menurutnya, jika MK tak mempunyai argumentasi kuat bahwa sistem Pemilu terbuka bertentangan dengan konstitusi sehingga diganti menjadi tertutup, mayoritas rakyat bakal sulit menerimanya.

Baca Juga: Niatnya Mau Nyerang Jokowi, Mas Anies Malah Blunder: Hei Capres Tukang Ngibul, Rakyat Juga Tahu Kalau SBY Cuma Juara Karang Lagu!

"Ingat, semua lembaga negara termasuk Presiden, DPR dan MK harus sama-sama akuntabel di hadapan rakyat," ungkap SBY.

SBY juga mengatakan, sesungguhnya penetapan UU tentang sistem Pemilu berada di tangan Presiden dan DPR, bukan di tangan MK.

"Mestinya presiden dan DPR punya suara tentang hal ini. Mayoritas partai politik telah sampaikan sikap menolak pengubahan sistem terbuka menjadi tertutup. Ini mesti didengar," katanya.

SBY berkeyakinan dalam menyusun DCS, parpol dan caleg berasumsi sistem Pemilu tak diubah, tetap sistem terbuka. Kalau di tengah jalan diubah oleh MK, menjadi persoalan serius.

"KPU dan Parpol harus siap kelola krisis ini. Semoga tidak ganggu pelaksanaan pemilu 2024. Kasihan rakyat," ucap SBY.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Tampilkan Semua
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover