Koar-koar Soal Kekacauan Politik Gegara Pemilu Tertutup, Kubu Moeldoko Desak Polisi Segera Borgol SBY: Omongannya Sudah Kategori Makar!

Koar-koar Soal Kekacauan Politik Gegara Pemilu Tertutup, Kubu Moeldoko Desak Polisi Segera Borgol SBY: Omongannya Sudah Kategori Makar! Kredit Foto: Asprilla Dwi Adha

DPP Partai Demokrat Kubu Moeldoko mendesak pihak kepolisian turun tangan dan segera menangkap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas pernyataan yang menyebut bakal ada kekacauan politik  saat mengomentari pernyataan Denny Indrayana yang menyebut telah mendapat informasi valid terkait putusan Mahkama Konstitusi terkait penerapan sistem pemilu tertutup

Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat kubu Moeldoko, Saiful Huda Ems menegaskan, pernyataan SBY dan Denny Indrayana telah bikin gaduh masyarakat,  bahkan omongan keduanya sudah bisa dikategorikan sebagai perbuatan makar. 

Baca Juga: Teriak-teriak Kekacauan Politik Gegera Pemilu Tertutup, SBY Langsung Dikasih Paham Sama Sosok Ini: Semoga Ingatan Anda Kembali Lagi Pak!

"Jikapun bukan tergolong itu, maka apa yang dinyatakan oleh SBY dan DI bisa masuk dalam kategori fitnah, pencemaran nama baik dan tindakan mengundang kebencian serta makar pada institusi negara," kata Huda kepada wartawan Senin (29/5/2023). 

Terlepas dari benar tidaknya pernyataan Denny Indrayana yang kemudian dikomentari  SBY, kata Huda bisa dijerat pidana lantaran keduanya dinilai telah membocorkan rahasia negara yang belum saatnya  untuk diumumkan ke publik. 

"Karena terlepas benar tidaknya info tersebut, jika benar ada pejabat MK yang melakukannya sebelum hal itu diumumkan ke publik maka bagi Menko Polhukam itu juga sudah masuk pada ranah pidana, yakni pembocoran rahasia negara. Putusan MK itu merupakan rahasia negara yang sangat ketat sebelum dibacakan," tuturnya.

Lebih lanjut, Huda mengatakan, Peninjauan Kembali (PK) itu upaya hukum yang konstitusional, SBY tidak boleh sembarangan berbicara sebagaimana anaknya AHY, bahwa pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk mengambil alih Partai Demokrat.

"Tangan-tangan politik yang akan mengganggu Partai Demokrat agar tidak ikut Pemilu 2024 itu hanya bualan SBY saja. Tidak ada sama sekali dari pihak Pemerintah yang akan sudi melakukan hal itu," katanya.

Untuk itu, Huda menyatakan, SBY dan Denny Indrayana telah melakukan tindak pidana berupa pembocoran rahasia negara yang menjurus pada fitnah dan pencemaran nama baik yang sangat keji.

"Maka kami memohon pada pihak Kepolisian agar segera menangkap SBY dan DI lalu segera memprosesnya secara hukum. Sepakat dengan SBY, negara ini bukan penganut Hukum Rimba, maka SBY dan DI serta oknum Pejabat MK harus segera ditangkap dan diproses hukum," ujar dia.

Omongan Denny Cuma Analisa Ngawur

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD kembali memberi pernyataan tegas untuk merespons pernyataan Denny Indrayana mengklaim telah mendapat informasi valid mengenai putusan  Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan sistem pemilu proporsional tertutup. 

Baca Juga: Koar-koar Soal Kekacauan Politik Gegara Pemilu Tertutup, Omongan SBY Dibalas Pernyataan Menohok Anas Urbaningrum: Anda Cuma Bikin Gaduh!

Baca Juga: Mahfud MD Blak-blakan Beber Pembisik Denny Indrayana Soal Pemilu Tertutup, Ternyata Oh Ternyata Itu Cuma Analisa Ngawur Dari…

Mahfud mengatakan pernyataan Denny hanya analisa ngawur sebab hingga sekarang Mahkama Konstitusi saja belum membahas hal itu. Mahfud menegaskan Denny Indrayana mendapat informasi yang salah dari orang-orang di luar MK. 

"Sudah beredar isu di luar bahwa sudah ada putusan dan sebagainya. Saya tadi memastikan ke MK apa betul itu sudah diputuskan? Belum," kata Mahfud MD di acara Rapat Koordinasi Nasional dengan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Hotel The Westin, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2023).

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover