Eropa Dibanjiri Demonstrasi Massa Menentang 'PPKM' Covid-19

Eropa Dibanjiri Demonstrasi Massa Menentang 'PPKM' Covid-19 Kredit Foto: Akurat

Sejumlah negara di Eropa kembali dilanda demonstrasi massa pada Sabtu (4/12). Mereka menentang pembatasan virus corona yang diberlakukan akibat lonjakan infeksi.

Dilansir dari Reuters, Austria menjadi negara pertama di Eropa Barat yang memberlakukan kembali lockdown yang akan berlangsung selama 20 hari.

Baca Juga: Komisi IX Imbau PPKM Level 3 Pada Libur Nataru Diterapkan Lebih Dari Sepekan

Vaksinasi pun akan diwajibkan mulai Februari.Lebih dari 40 ribu demonstran berkumpul di Wina. Selain menentang wajib vaksin, mereka juga menyerukan Pemilu baru.

Gejolak politik di negara tersebut telah menyebabkan pergantian 3 kanselir dalam waktu 2 bulan.Sekitar 1.200 petugas polisi dikerahkan untuk mengawal unjuk rasa di jalan raya lingkar pusat. Ada juga aksi protes balasan bermassa 1.500 orang.

Keduanya diizinkan di bawah kebijakan lockdown Austria. REUTERS Ribuan orang juga turun ke jalan di Kota Utrecht, Belanda, untuk menentang pembatasan yang dimulai akhir pekan lalu.

Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Aturan Pembatasan Pintu Masuk Internasional

Itu menjadi demonstrasi besar pertama di Belanda yang menentang kebijakan tersebut, yang mencakup penutupan bar, restoran, dan sebagian besar toko pada malam hari untuk membendung gelombang kasus Covid-19 yang mengancam akan membanjiri sistem perawatan kesehatan.

Protes serupa 2 pekan lalu berujung dengan kekerasan setelah pemerintah Belanda mengumumkan rencana melarang orang yang tak divaksinasi masuk bar, restoran, dan tempat umum lainnya.

"Kami menentang tidak adanya kebebasan untuk memutuskan apa-apa yang ditujukan pada tubuh kami sendiri," terang demonstran bernama Marin van Hunen.

Rencana ini menghadapi tentangan keras di parlemen dan belum disahkan.REUTERS Sementara itu, di Frankfurt, Jerman, polisi membubarkan demonstrasi ratusan orang karena tak memakai masker maupun menjaga jarak sosial.

Mereka menggunakan pentungan dan semprotan merica usai diserang sekelompok demonstran. Di Berlin, kelompok-kelompok kecil berkumpul untuk berunjuk rasa usai demonstrasi besar dilarang.

Baca Juga: Mahkamah Partai Golkar Diminta Putuskan Hasil Musda V yang Demokratis

Banyak politisi Jerman mengutuk demonstrasi yang menentang pembatasan virus corona pada Jumat (3/12) malam di depan rumah Petra Koepping, menteri kesehatan Saxony.

Saat ini, Saxony memiliki tingkat infeksi tertinggi di Jerman. Beberapa menyebutnya itu berbau intimidasi era Nazi.

Lihat Sumber Artikel di Akurat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini