NasDem Jengkel Elektabilitas Anies Jeblok, PKS dan Demokrat Diomel-omelin, Ade Armando: Udah… Udah… Nggak Usah Berkelahi Anies Memang….

NasDem Jengkel Elektabilitas Anies Jeblok, PKS dan Demokrat Diomel-omelin, Ade Armando: Udah… Udah… Nggak Usah Berkelahi Anies Memang…. Kredit Foto: Cokro Tv

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando mengklaim Partai NasDem saat sedang marah besar lantaran elektabilitas Anies Baswedan jeblok di berbagai hasil survei nasional.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu bahkan menjadi langganan tetap di urutan ke tiga, dia ketinggalan jauh dari Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto yang selalu bergantian menempati posisi pertama.

Baca Juga: Semakin Ngelunjak, Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang Kembali Berulah, Sebut Mekkah Bukan Tanah Suci: Jangan Mau Mati di Sana!

Ade menyebut, jebloknya elektabilitas Anies Baswedan membuat NasDem jengkel dengan dua rekan sekoalisinya yakni Partai Demokrat dan PKS. Keduanya disebut jadi biang kerok merosotnya elektabilitas Anies Baswedan lantaran mereka tak serius mengkampanyekan yang bersangkutan. 

“Nasdem kesal karena suara Anies stagnan, terus tertinggal dari Ganjar dan Prabowo. Nasdem bilang ini gara2 PKS dan Demokrat gk serius mengkampanyekan Anies,” kata Ade dalam sebuah cuitan di akun twitternya @adearmando61 dilansir Populis.id Selasa (13/6/2023). 

Ade lantas menyindir tiga partai politik koalisi perubahan itu, dia meminta mereka untuk tak perlu ribut-ribut lagi, sebab Anies Baswedan memang sukar diperjuangkan. Dia adalah kartu mati yang sulit dijual. 

“Udah, udah, jangan berkelahi. Anies itu memang kartu mati,” tuturnya. 

Baca Juga: Sampai Bawa-bawa Nabi, Musni Umar Usul Deklarasi Cawapres Anies Dilakukan Pada Tahun Baru Hijriah, Eh.. Celetukin: Mulai Ngasong Agama Nih!

Baca Juga: Serukan Perlawanan ke Jokowi dengan Kibarkan Bendera Hayya Alal Jihad, Mulut Besar Amien Rais Kena Skakmat: Ciri Gelandangan Politik!

Sebagaimana diketahui, elektabilitas Anies Baswedan memang merosot drastis dalam berbagai survei  nasional yang dirilis belakangan ini.

Alih-alih mencari cara untuk mendongkrak elektabilitas capresnya yang tiarap itu, koalisi Perubahan justru menuding hasil survei itu adalah bagian dari penjegalan Anies Baswedan maju pada Pilpres 2024. Lembaga survei dituding bekerja berdasarkan pesanan.

Terkait

Terpopuler

Terkini