Mulut Besar Denny Indrayana Soal Pemilu Proporsional Tertutup Salah Semua, Eh.. Hidungnya Ditunjuk PDIP, Kata-kata Hasto Nyelekit Betul!

Mulut Besar Denny Indrayana Soal Pemilu Proporsional Tertutup Salah Semua, Eh.. Hidungnya Ditunjuk PDIP, Kata-kata Hasto Nyelekit Betul! Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mendesak mantan Wamenkumham Denny Indrayana agar segera mempertanggungjawabkan pernyataanya soal pemilu proporsional tertutup lantaran pernyataannya yang bikin geger itu terbukti salah besar setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutus sistem pemilu yang bakal diterapkan menggunakan proporsional terbuka pada sidang yang digelar Kamis (15/6/2023) kemarin. 

“Apa yang disampaikan oleh saudara Denny Indrayana tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan di depan publik,” Kata Hasto dalam sebuah diskusi virtual dilansir Jumat (16/6/2023). 

Baca Juga: Luhut Malas Pakai Tukang Lokal Bangun IKN, Omongan Anies Soal Pembangunan JIS Diungkit: Kita Nggak Pakai TKA, Tapi Dunia Terpesona

Adapun Denny Indrayana ketika itu mengklaim dirinya telah mendapatkan informasi A1 terkait bocoran MK, dia mengklaim lembaga negara itu bakal memutus pemilu proporsional tertutup. Pernyataan Denny langsung berpolemik karena kelompok oposisi memanfaatkanya untuk menyerang pemerintah. 

Buntut dari pernyataan itu Denny juga dikritik keras sejumlah tokoh dan  pejabat tinggi negara  termasuk Mahfud MD. Tidak hanya itu Denny juga dipolisikan karena dianggap membocorkan rahasia  negara. 

Baca Juga: Setelah Bilang Alquran Dikarang Nabi Muhammad dan Minta Santri Baca Injil, Panji Gumilang Kini Sebut Haleluya Sama dengan Tahlilan, Astaga

Baca Juga: Pernyataan Panji Gumilang yang Bilang Alquran Karangan Nabi Muhammad, Bikin Mendidih: Perusak Citra Agama, tapi Nggak Bisa Dijangkau Hukum!

Bagi Hasto, apa yang digembar-gemborkan Denny Indrayana sangat kental nuansa politiknya. Denny yang seorang akademisi lanjut Hasto tak seharus menyampaikan hal-hal yang belum jelas kebenarannya dengan tujuan tertentu. 

“Tidak boleh seseorang menyampaikan informasi kepada publik yang penuh muatan politik, kepentingan politik yang dibungkus oleh identitas dari Pak Denny sebagai seorang akademisi ini tak boleh dilakukan,” pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover