Loyalis Anies Baswedan sekaligus Politikus Partai Golkar, Andi Sinulingga kembali menyerang Presiden Joko Widodo. Tak tanggung-tanggung Andi menyebut Jokowi adalah presiden yang paling pandai membual dan mengumbar omong kosong ke masyarakat Indonesia.
Hal ini disampaikan Andi sebagai respons atas pernyataan Jokowi yang mengaku optimis Indonesia bakal menjadi salah satu negara produsen mobil listrik terbesar di dunia pada 2028 mendatang. Menurut Andi pernyataan itu sekedar retorika yang tak akan terwujud.
Andi mengaku pesimis dengan rencana tersebut, sebab selama 10 tahun memimpin Indonesia, Jokowi kata dia nyaris tak berbuat apa-apa untuk Indonesia, kepemimpinan Jokowi kata dia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
"Oktober 2024 sudah resmi ada presiden baru. Bapak bisa lihat perbandingan, bagusan mana 10 tahun masa sebelum bapak (era SBY), dengan 10 tahun Indonesia di pimpin Bapak, dan masa 10 tahun era setelah bapak. Sejarah nanti akan mencatatnya. Pintar omong kosong," kata Andi Sinulingga dilansir dari sebuah cuitan di akun twitternya Selasa (20/6/2023).
Sebagaimana diketahui, Jokowi mengaku optimis bahwa pada 2028 mendatang Indonesia akan memiliki industri mobil listrik yang sangat besar, lantaran didukung dengan melimpahnya sumber bahan baku mineral di dalam negeri.
Oleh karena itu, Jokowi pun meminta agar RI tidak takut apabila digugat dengan negara lain atas kebijakan larangan ekspor bahan mentah ke luar negeri. Mengingat, apabila digugat langsung ciut, industri mobil listrik di Indonesia tidak akan pernah terealisasi.
"Kita bayangin kita punya industri mobil listrik gede banget, itu kan baru digugat awal. Menyiapkan industri prekursor, industri ekspor, EV-nya, lithium baterainya, kan baru kita siapin. Mungkin selesai 2027, insya Allah 2028," ungkap Jokowi dalam acara yang digelar relawan Bara JP di Hotel Salak, Kota Bogor, Minggu (18/6/2023).
Namun demikian, pemerintah memang harus betul-betul memeriksa progres pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri. Jangan sampai, lanjutnya, Indonesia hanya diberikan janji manis, tapi proyeknya tidak ada progresnya.
"Tapi memang harus dicek betul itu, berapa bulan ada perkembangan ada progresnya nggak," imbuhnya.