Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Gatot Nurmantyo mengklaim TNI saat ini telah menjadi alat kekuasaan rezim Presiden Joko Widodo. Dia mengaku miris melihat kondisi sekarang ini lantaran TNI telah dikebiri dan dilumpuhkan.
“Kalau kita lihat sekarang ini kasihan, TNI seperti dimarjinalkan dikebiri atau seperti dikerdilkan, kemanunggalan TNI sama sekali tidak terlihat karena TNI sudah lumpuh,” kata Gatot saat orasi kebangsaannya yang bertajuk ‘Oke Ganti Baru’ di kawasan Jakarta Timur dilansir Kamis (22/6/2023).
Lantaran menjadi alat kekuasaan rezim, TNI sekarang ini lanjut Gatot sudah tidak berjalan di atas relnya. TNI yang semula melindungi dan mengayomi rakyat kata dia kini telah berubah menjadi sebaliknya. Alih-alih melindungi dan mengayomi mereka kata klaim Gatot justru ikut mengintimidasi masyarakat.
“Padahal, semestinya di manapun dan kapanpun TNI sejatinya harus tetap eksis dalam mengawal atau menolak berbagai bentuk penindasan dan kezaliman yang dilakukan siapapun juga oleh penguasa yang bersikap kesewenang-wenangan dan itu harus jadi prinsip TNI,” jelas dia.
Selain itu, Gatot menuturkan bahwa TNI sebagai tentara pejuang yang profesional tidak mengenal kompromi terhadap semua bentuk penindasan.
“Kalau berkaca pada sari tauladan Jenderal Sudirman maka semenstinya TNI harus konsisten dalam mengharamkan untuk jadi penjilat. Apalagi jadi antek-antek rezim yang banyak melakukan penindasan kezaliman pada rakyat,” ujar Gatot.
Untuk itu, Gatot berharap TNI mampu memberikan edukasi terhadap rakyat membangun hidup berbangsa dan bernegara yang benar sesuai sistem demokrasi yang ada.
“Pola edukasi TNI harus elegan, logis dan realistis sehingga diterima semua kalangan dan layak diadopsi semua akademisi di manapun berada. Karena itu peran TNI bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan negara tapi lebih dari itu,” tandasnya.