Ketua BEM UI Ancam Jokowi, Terus Diteror Balik Orang Istana, Anas Urbaningrum Ikut Nimbrung, Kata-katanya Sungguh Tak Diduga

Ketua BEM UI Ancam Jokowi, Terus Diteror Balik Orang Istana, Anas Urbaningrum Ikut Nimbrung, Kata-katanya Sungguh Tak Diduga Kredit Foto: AFP

Eks Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ikut mengomentari perang kata-kata antara Ketua BEM UI Melki Sedek Huang dan  Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo Maldini. 

Polemik keduanya bermula dari ancaman Melki Sedek ke Presiden Joko Widodo, di mana dia meminta kepala  negara memilih lengser secara baik-baik atau dengan cara berdarah-darah, dimana pernyataan itu langsung ditanggapi Faldo yang menantang debat langsung ‘diiyakan’ oleh Melki Sedek. 

Baca Juga: Diteror Balik Orang Istana Setelah Ngancam Jokowi, Ketua BEM UI Melki Sedek Teriak Lantang: Kami Hadapi, Kami Akan Ajari Kalian Soal...

Jika debat terbuka itu terlaksana, Anas Urbaningrum berharap diskusi itu dilakukan terbuka dan dapat disaksikan seluruh rakyat Indonesia, dia  juga berharap agar debat itu mengedepan mutu, bukan asal koar-koar atau klaim tanpa data. 

"Diskusi terbuka yang bebas dan bermutu adalah tradisi demokrasi yang indah. Di dalam kampus dan di luar kampus," kata Anas Urbaningrum dilansir Populis.id dari laman twitternya @anasurbaningrum pada Jumat (23/6/2023). 

Sebagaimana diketahui, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Melki Sedek Huang mengaku menyanggupi tantangan debat terbuka  yang diberikan  Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo Maldini. 

Melki mengaku tak gentar dengan tantangan tersebut, dia justru mengaku jika debat terbuka itu terlaksana, maka dirinya siap mengajari Faldo dan semua pimpinan di negara ini untuk menegakan demokrasi dan konstitusi. 

"Kita siap hadapi. Saya kira Bang Faldo tidak perlu ajari kami tentang peranan mahasiswa. Kami akan ajari Bang Faldo dan seluruh pemimpin negeri ini untuk menegakkan demokrasi dan taat konstitusi," kata Melki kepada wartawan Jumat (23/6/2023). 

Baca Juga: Ketua BEM UI Teror Jokowi, Mau Lengser Baik-baik atau Berdarah-darah,Eh.. Diteror Balik Orang Istana: Nanti Sulit Cari Kerja Kau!

Baca Juga: Mahfud MD Turun Tangan, Dedengkot Al-Zaytun Panji Gumilang Langsung Diulti: Kau Berurusan dengan Saya!!

Sementara itu Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo Maldini Pemerintahan Jokowi jelas tidak ingin mahasiswi berdarah-darah, sebab hal itu bakal berimbas panjang, salah satunya adalah sulit mencari kerja setelah lulus dari perguruan tinggi lantaran nama mereka terlanjur cacat. 

"Yang jelas, pemerintah tidak mau mahasiswa berdarah-darah setelah lulus. Sulit mencari pekerjaan, menganggur lama, akhirnya mengganggu kesehatan mental dan kualitas hidup," kata Faldo.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover