Dibeberin Jenderal Bintang Dua, Panji Gumilang Didik Santri Jadi Penjahat, Modusnya Kirim Jadi ART, Seminggu Kerja Rumah Majikan Digasak

Dibeberin Jenderal Bintang Dua, Panji Gumilang Didik Santri Jadi Penjahat, Modusnya Kirim Jadi ART, Seminggu Kerja Rumah Majikan Digasak Kredit Foto: Istimewa

Staf ahli Kapolri, Irjen Pol (purn) Aryanto Sutadi membongkar kejahatan terselubung yang diorganisir Panji Gumilang di Pondok Pesantren Al-Zaytun, Cianjur, Jawa Barat.

Aryanto Sutadi sendiri sempat menangani kasus Al-Zaytun pada 2004 silam saat dirinya menjabat Direktur I Kejahatan Keamanan dan Trans-Nasional Bareskrim Polri. 

Dia mengatakan salah satu kejahatan terorganisir yang dilakukan adalah perampokan. Modusnya adalah pura-pura menjadi Asisten Rumah Tangga (ART). Di mana Panji mengirim para santrinya untuk bekerja di rumah-rumah elite, namun seminggu bekerja mereka justru menggondol semua harta benda majikan. 

Baca Juga: Sesat Oh… Sesat, Santri di Al-Zaytun Anggap Megawati Ratu Balqis, Panji Gumilang Nabi Baru!

"Di Al Zaytun itu kegiatannya sangat terselubung, di situ dia memberikan pemahaman kepada warganya itu untuk melakukan tindakan-tindakan semacam sistem fa'i. Dia mengirim orang ke luar untuk menjadi pembantu dan kemudian setelah menjadi pembantu satu dua hari atau satu minggu nyolong laptop," kata Aryanto Sutadi dalam sebuah wawancara dilansir Populis.id Senin (26/6/2023). 

"Nah itu saya nerima laporan banyak itu, rumah tangga yg kehilangan laptop oleh pembantu yg baru, kurang lebih ada 10 lebih kasus-kasus itu," tambahnya. 

Tak hanya mendidik santrinya menjadi penjahat, Aryanto Sutadi mengatakan ketika itu dia  juga banyak menerima laporan dari orang tua para santri bahwa anak-anak mereka bersikap aneh setelah mondok di pesantren terbesar di Asia Tenggara itu. 

"Yang kedua kasus-kasus orang tua yang komplain kepada aparat karena anaknya itu jadi di luar kendali. Anaknya itu sampai menjual kursi, kemudian melawan ayahnya, mencuri hartanya, untuk kepentingan yang akhirnya diserahkan ke imamnya," bebernya. 

Baca Juga: Moeldoko Disebut-sebut Bekingi Ponpes Al-Zaytun Pimpinan Panji Gumilang, Jokowi Akhirnya Blak-blakan, Simak Baik-baik!

Baca Juga: Kata-kata Butet Soal Capres Maling Koar-koar Dijegal Bikin Loyalis Anies Darah Tinggi, Langsung Sindir Balik Pakai Omongan Kasar, Astaga!

Tak tanggung-tanggung, Aryanto mendapatkan setidaknya 60 laporan dari kasus yang serupa. Kendati begitu, Aryanto mengaku kesulitan dalam memproses kasus ini. Kurangnya bukti membuat kasus tersebut tidak dinaikkan ke tahap penyidikan.

"Saya sulit untuk meneruskan apakah itu memang perbuatannya kaitannya dengan Al Zaytun, karena bukti awalnya itu menurut saya masih kurang cukup untuk dilakukan penyidikan," jelasnya

Terkait

Terkini